Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kementerian PUPR Bantah Kualitas Kantor Presiden dan Istana Negara "Downgrade"

Kompas.com, 23 Juli 2024, 11:38 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) membantah anggapan infrastruktur IKN, terutama Kantor Presiden, dan Istana Negara, mengalami penurunan kualitas atau downgrade.

Dalam tangkapan layar dari @rendering_indonesia pemilik akun @krt**** mengungkapkan:

Yang ngikutin bener-bener progres IKN harusnya kecewa. sumpah banyak banget yang didowngrade di IKN alias tidak sesuai perencanaan awal. Mulai dari Memorial Park yang awalnya bentuk cangkang telur, sampai ke interior istana dan kantor presiden. Agak mengecewakan lihat spill interior istana dan kantor presiden yang tidak sesuai dengan rencana yang disetujui. Padahal yang mendesain adalah orang yang sama dengan yang mendesain apurva bali. Mungkin ada campur tangan PUPR dan keterbatasan waktu? maybe, dibuat downgrade semua. bener-bener di luar eskpektasi. mengecewakan.

Baca juga: Ini Alur Penumpang Taksi Terbang IKN Saat Dioperasikan Komersial 2030

Tak hanya, Kantor Presiden dan Istana Negara, infrastruktur lain seperti Beranda Nusantara dan Bukit Bendera juga mendapat kritikan keras.

Seperti dikatakan akun @watashi***, menurutnya desain Beranda Nusantara tidak dinamis, dan downgrade karena kejar tayang.

Gara2 kejar tayang.

Terkait kritikan warganet ini, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga memastikan seluruh pekerjaan yang tengah dilakukan Kementerian PUPR bersama pelaksana konstruksi sesuai dengan kontrak kerja.

Baca juga: Otorita IKN: Komersialisasi Taksi Terbang Perlu Kajian Lebih Lanjut

Aspek-aspek terkait quality, health, safety and environment (QHSE) dijaga ketat karena tarcantum dalam kontrak pekerjaan.

"Pun jika bicara dalam hal desain, baik eksterior maupun interior Istana Negara dan Kantor Presiden, selalu ada rencana penjaminan mutu," ujar Danis kepada Kompas.com, Selasa (23/7/2024).

Danis menegaskan, tidak ada rencana menurunkan kualitas pekerjaan proyek-proyek IKN hanya karena mengejar target waktu penyelesaian.

"Yang ada, kami justru ingin meningkatkan standar kualitas proyek infrastruktur, sejak dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun kelak ketika operasional," tuntas Danis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau