Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PLN Pastikan Pasokan Listrik untuk HUT RI di IKN Aman 100 Persen

Kompas.com, 16 Agustus 2024, 10:46 WIB
Add on Google
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan, sistem kelistrikan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), aman dan siap 100 persen mendukung kegiatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI.

"Dalam rangka menghadapi HUT RI besok sistem kelistrikan untuk IKN sudah siap," jelas Darmawan menjawab Kompas.com, Jumat (16/8/2024).

Baca juga: Investor IKN Bisa Dapat HGB Sampai 160 Tahun, Begini Syaratnya

Sistem kelistrikan seluruhnya dirancang dengan desain berbasis listrik bersih, hijau, dan ramah lingkungan.

Hal ini meliputi pasokan daya sebesar 3 MegaWatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan normal atau reguler 1,5 MW dan tambahan khusus untuk Upacara HUT RI 1,5 MW.

Pemenuhan kebutuhan listrik ini dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang sudah beroperasi dengan produksi 10 MW.

Adapun sebanyak 7 MW lainnya dari total produksi 10 MW tersebut diekspor ke sistem interkoneksi di Kalimantan. 

Darmawan memastikan, sistem kelistrikan yang baru ini dirancang PLN dengan teknologi yang luar biasa dan tercanggih di dunia.

"Kami merancang dan membangun sistem kelistrikan with the state of the art of the latest technology (dengan teknologi tercanggih) di dunia ini," ungkapnya.

Selain penyediaan daya, PLN juga mempersiapkan jalur transmisi, distribusi, electric vehicle digital service, maupun kesiapan personelnya.

Saat ini, PLN sudah membangun 18 electric vehicle (EV) charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tiga lokasi yakni di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), di Stadion Batakan, Balikpapan, serta gardu umum milik perseroan.

Baca juga: Akhiri Kunker di Kaltim, AHY Tinjau Kantor Badan Bank Tanah Dekat IKN

"Tadi juga kita lihat sendiri sudah ada konsumsi sekitar 4.000 kWH yang setara dengan 2.600 liter bensin," tambah dia.

Darmawan mengatakan, kesiapan ini berkaca pada keberhasilan memasok listrik selama Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di IKN pada 28 Juli 2024-30 Juli 2024.

Dengan memasok listrik yang memadai, PLN memastikan mendukung pembangunan IKN menjadi Kota Hutan (Forest City) yang pintar, indah, dan ramah lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau