Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Video Pekerja Konstruksi IKN Sulit Air, Pemerintah Tambah IPA

Kompas.com, 16 Agustus 2024, 15:00 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah menampik kabar pekerja konstruksi yang tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara (IKN) sulit mengakses air.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan, fasilitas air di HPK telah ditingkatkan dan saat ini dalam kondisi sangat baik.

Kepala Divisi Logistik dan Keuangan Tim Transisi HPK Kementerian PUPR Yuda Ramadhani Lubis mengatakan, Direktorat Jenderal Perumahan PUPR telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk memastikan ketersediaan air bersih di HPK.

"Kami telah melakukan penambahan unit Instalasi Pengelolaan Air (IPA) untuk mendukung suplai tambahan air di HPK. Saat ini, terdapat 4 unit IPA yang mampu menghasilkan total 20 liter air per detik. Kapasitas ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air para pekerja," jelasnya.

Selain itu, ditambahkan fasilitas pendukung yakni groundwater tank (GWT) sejumlah 12 unit, dengan rincian 8 GWT berkapasitas 160 meter kubik dan 4 GWT berkapasitas 80 meter kubik atau setara dengan 1.600 meter kubik total air keseluruhan GWT.

"Dengan kapasitas ini, kami dapat memenuhi kebutuhan air selama 11-12 jam setiap harinya, sehingga kondisi ketersediaan air di HPK sudah sangat aman," tambah Yuda.

Baca juga: Investor IKN Bisa Dapat HGB Sampai 160 Tahun, Begini Syaratnya

Sebelumnya, viral video yang diunggah oleh pengguna TikTok @imanputrasrj dan diunggah ulang oleh banyak pengguna Twitter atau X.

Video tersebut menampilkan sejumlah pekerja konstruksi yang tengah mengantre air dengan membawa ember mereka masing-masing.

"IKN keras bro, mau mandi saja harus antre dulu, sudah antre airnya keruh lagi," bunyi keterangan yang disematkan dalam video tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau