Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Road to HUT RI, Sistem Kelistrikan IKN Diklaim Tercanggih di Dunia

Kompas.com, 16 Agustus 2024, 14:07 WIB
Hilda B Alexander

Editor

NUSANTARA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), PT PLN (Persero) menghadirkan sistem kelistrikan dengan teknologi tercanggih di dunia.

"Kita merancang dan membangun sistem kelistrikan with the state of the art of the technology (dengan teknologi tercanggih) yang ada di dunia ini dengan sumber energi bersih dan didukung teknologi pintar berbasis artificial intelligence," tegas Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Jumat (16/8/2024).

Selain itu, PLN juga membangun sistem kelistrikan hijau berbasis energi terbarukan, menyusul rampungnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 10 megawatt (MW).

Baca juga: PLN Pastikan Pasokan Listrik untuk HUT RI di IKN Aman 100 Persen

PLTS IKN ini dirancang dengan kapasitas 50 MW dengan total nilai investasi 62,4 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 1,09 triliun.

"Produksi listrik dari energi baru terbarukan ini melebihi dari yang dibutuhkan," tambah Darmawan.

Darmawan menerangkan, PLN menyediakan listrik bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang telah mencapai kapasitas produksi 10 Megawatt (MW) untuk mendukung operasional di IKN.

Dalam mengamankan pasokan listrik tersebut, PLN menyiagakan sebanyak 450 personel dan 17 posko untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh lokasi venue.

Selain itu PLN juga menyiapkan skema pengamanan listrik berlapis guna menjamin kelancaran pelaksanaan Upacara Kemerdekaan.

Skema pengamanan sistem berlapis mencakup dua penyulang dari Geographic Information System (GIS) 4, GI Mobile, 35 Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai cadangan, serta 28 genset darurat dan 17 unit gardu bergerak (UGB).

Baca juga: Investor IKN Bisa Dapat HGB Sampai 160 Tahun, Begini Syaratnya

Walaupun proyeksi kebutuhan listrik untuk rangkaian peringatan HUT ke-79 RI mengalami peningkatan dari awalnya 1,5 MW menjadi 3 MW, masih terdapat cadangan listrik bersih sebesar 7 MW yang bisa diutilisasi ke sistem interkoneksi Kalimantan.

Bahkan, ada sebagian yang dikirim ke sistem interkoneksi Kalimantan, dan ke depannya PLN memastikan sistem kelistrikan di IKN ini adalah berbasis pada listrik hijau yang bersih,  berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Kemudian, sistem kelistrikan ini juga memenuhi unsur cantik karena gardu hijaunya dirancang memiliki taman.

Darmawan mengatakan, PLN merancang sistem kelistrikan yang menyatu dengan alam.

"Ini adalah kebanggaan dari PT PLN (Persero) yang bisa berkontribusi bagaimana perancangan dan pembangunan di IKN ini bisa berjalan dengan lancar," tandas Darmawan.

Terdapat sejumlah keunggulan dari sistem kelistrikan PLN di IKN, di antaranya sudah tertanam di bawah tanah.

"Gardunya adalah gas insulated substition yang sangat ringkas, kemudian di sini ada multi utility tunnel (MUT), sehingga kita lihat lagi tidak ada lagi kabel yang di atas tanah," tambahnya.

Berbekal pengalaman dan kesuksesan penyelenggaraan berbagai event penting, Darmawan optimistis upacara HUT RI di IKN berjalan sukses.

"Upacara besok adalah permulaan, karena ke depan kita punya visi yang sangat besar yaitu membangun sistem kelistikan yang terbaik mendukung IKN, mendukung pembangunan Indonesia di mana listrik PLN ini akan menjadi energi masa depan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau