Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste Rut Krüger Giverin mengapresiasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang disertai dengan upaya perlindungan hutan dan sumber daya alam (SDA).
Apresiasi ini disampaikan Ruth saat peletakan batu pertama atau groundbreaking Pusat Plasma Nutfah Nasional, Selasa (15/10/2024).
Dia meyakini, pembangunan plasma nutfah nasional akan sangat berguna untuk melestarikan kekayaan biodiversitas di Indonesia.
"Norwegia memiliki lembaga serupa, namanya Svalbard Global Seed Vault, yang menyimpan koleksi benih dari seluruh dunia, dan bertindak untuk melestarikan keanekaragaman hayati global di bidang pertanian, serta melindungi berbagai macam benih tanaman pangan," tutur Ruth yang dikutip Kompas.com, Sabtu (19/10/2024).
Baca juga: Diana Kusumastuti: IKN Jelas Lanjut
Indonesia dan Norwegia telah membangun kolaborasi yang efektif dalam pengendalian iklim khususnya sektor hutan dan lahan.
Melalui kebijakan Indonesia's FOLU Net Sink 2030, Ruth yakin Indonesia dapat terus menjadi pemimpin dunia dalam upaya penurunan emisi khususnya dari perlindungan hutan tropis.
"Pelestarian biodiversitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya ini," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menuturkan, Pusat Plasma Nutfah Nasional yang terletak di Kelurahan Mentawir, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki luas 93,2 hektar dengan pembangunan fisik sebesar 2,02 persen (2,04 hektar).
"Salah satu upaya pengelolaan keanekaragaman hayati jangka panjang yakni melalui pengelolaan plasma nutfah atau pengelolaan sumber daya genetik," ujar Siti.
Siti menegaskan, Indonesia secara kontinyu terus melakukan tindakan korektif yang berbeda namun saling terkait.
Pertama, mengurangi risiko kepunahan, khususnya untuk flagship species yang berstatus terancam punah.
Baca juga: Tiga Karya Jokowi di IKN, Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Kedua, mempertahankan dan memulihkan keanekaragaman genetik dengan menjaga keanekaragaman dan kemurnian genetik spesies.
Ketiga, mengelola secara intensif interaksi manusia-satwa liar dengan tujuan living in harmony with nature.
Pusat plasma nutfah diyakini memiliki berbagai manfaat jangka panjang, antara lain pelestarian keanekaragaman hayati.
Kemudian, mendukung ketahanan pangan dan membantu menghadapi perubahan iklim serta tantangan dalam pertanian.