Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Regulasi Perubahan Bandara Internasional Nusantara Belum Dibahas

Kompas.com, 15 November 2024, 07:18 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Regulasi alih fungsi Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, menjadi bandara komersial belum dibahas.

Hal ini khususnya terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2023 terkait perubahan status bandara VVIP tersebut.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan, akan melihat dulu perkembangan dalam setahun hingga dua tahun mendatang.

"Kan nggak bisa langsung juga. Jangan sampai kita membuat satu aturan, yang akhirnya menjadi seperti useless, tidak dipedomani," kata Suntana, dikutip dari Antaranews, Jumat (15/11/2024).

Baca juga: Pengaspalan Landasan Pacu Bandara Internasional Nusantara Tuntas 2024

Jika Bandara Internasional Nusantara akan dijadikan bandara komersial, maka diperlukan revisi Perpres Nomor 131 Tahun 2023.

"Itu secara udah pasti (revisi Perpres Nomor 131 Tahun 2023). Kalau memang itu untuk masyarakat, aturan itu kan harus lentur, harus menyesuaikan kepada dinamika dan kepentingan masyarakat," tutur Suntana.

Kendati belum ada rencana merevisi perpres tersebut, namun Suntana akan mempertimbangkannya dalam satu hingga dua tahun mendatang guna memastikan regulasi tetap relevan dan berfungsi optimal dalam menunjang Bandara Internasional Nusantara.

"Tetapi undang-undang atau regulasi kami perlukan memang ke depan, kita buat untuk mengantisipasi hal yang di depannya," ucapnya.

Sebelumnya, Bandara Internasional Nusantara telah mendapatkan kode WALK dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) yang berarti sudah masuk dalam daftar bandara-bandara di seluruh dunia.

Baca juga: Jelang Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Budaya Katim Harus Dijaga

Namun, Bandara Internasional Nusantara belum mendapat kode dari Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional atau International Air Transport Association (IATA) untuk layanan penerbangan komersial.

Kementerian Perhubungan terus menindaklanjuti berbagai aspek pembangunan di IKN, khususnya dalam bidang transportasi, termasuk status dan kesiapan operasional bandara.

Suntana menegaskan, setiap bandara memiliki tahapan pengembangan, mulai dari domestik hingga internasional, serta dari layanan penumpang hingga fasilitas kargo untuk mendukung kebutuhan transportasi.

Meski situasi pengembangan bandara bersifat dinamis, pemerintah berkomitmen memastikan semua tahap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN.

Baca juga: Bandara IKN Resmi Jadi Bandara Komersial WALK

"IKN statusnya Proyek Strategis Nasional (PSN), kami tetap menindaklanjuti pembangunan yang di sana dalam segala aspek, baik bidang transportasi, kesiapan bandara, status bandara, dan yang lainnya. Prinsipnya, kami akan terus menindaklanjuti sesuai target yang ada," paparnya.

Kendati demikian, Suntana mengharapkan Bandara Internasional Nusantara bisa segera dikomersialkan pada 2026 sehingga dapat mendukung konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar IKN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau