Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov Kaltim Pastikan Logistik Pilkada Sampai Daerah Terpencil Tepat Waktu

Kompas.com, 23 November 2024, 10:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan kelancaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, dengan melakukan berbagai persiapan, termasuk pengantaran logistik ke daerah-daerah terpencil.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kalimantan Timur Fatimah Wati menuturkan, pengantaran logistik di daerah terpencil diutamakan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau seperti di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur dan juga Kabupaten Mahakam Ulu.

Pengiriman logistik ke daerah terpencil sudah mulai dilakukan sejak lima hari sebelum pelaksanaan.

Baca juga: Kemenko Polkam Jamin Kualitas Penyelenggaraan Pilkada di Kaltim

"Kami dibantu oleh TNI dan Polri untuk memastikan logistik sampai tepat waktu. Di Kutai Timur, misalnya, kami dibantu oleh Lanal setempat," ujar Fatimah seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/11/2024).

Selain itu, beberapa daerah seperti Mahakam Ulu menggunakan helikopter untuk pengiriman logistik, mengingat kondisi geografis yang sulit.

Fatimah juga mengungkapkan, pemerintah telah belajar dari pengalaman sebelumnya untuk mengantisipasi berbagai kendala.

"Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti kejadian speedboat terbalik. Oleh karena itu, kami memastikan logistik dikemas dengan baik untuk menghindari kerusakan," jelasnya.

Dalam rapat koordinasi dengan KPU dan Polda Kaltim, pemerintah telah menyusun strategi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Baca juga: IKN Tambah Nilai Industri Konstruksi Kaltim Jadi Rp 70 Triliun, Daya Saing Lokal Digenjot

Pengiriman logistik ke daerah terpencil diutamakan lebih awal mengingat kondisi geografis yang menantang.

Paling lambat H-2 logistik sudah sampai ke daerah terpencil. Ini dilakukan untuk memastikan semua kebutuhan pilkada terpenuhi tepat waktu.

Selain itu, saat disinggung terkait antisipasi kerawanan demokrasi, Fatimah menjamin potensi kerawanan dalam Pilkada 2024 dapat diatasi secara kondusif, serta berkomitmen untuk memastikan kelancaran proses pemilihan serentak di seluruh kabupaten dan kota.

"Indeks kerawanan demokrasi yang diterbitkan memang menunjukkan beberapa daerah sebagai rawan, namun kenyataannya di lapangan tidak selalu demikian," ujar Fatimah.

Baca juga: Imbas Regulasi, Lima Desa Tak Masuk Wilayah IKN ataupun Kaltim

Penilaian kerawanan demokrasi bisa berbeda-beda tergantung dari sudut pandang masing-masing pihak.

Fatimah menambahkan, meskipun ada beberapa daerah dengan banyak pasangan calon, potensi pergesekan tetap bisa diantisipasi dengan baik.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondusifitas selama pilkada.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau