Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas'ud mengusulkan pemberian suvenir atau cendera mata bagi warga yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.
Pemberian suvenir ini diharapkan bisa menjadi daya tarik yang mendorong masyarakat lebih antusias berpartisipasi dalam Pilkada 2024 serentak pada tanggal 27 November 2024.
Baca juga: Mahulu, Satu-satunya Kabupaten di Kaltim dengan Logistik Pilkada Paling Siap
"Saya juga ingin meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024," ujar Hasanuddin usai menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) se-Kalimantan Timur, di Balikpapan, Rabu (13/11/2024).
Selain itu, dia menilai pemberian suvenir dapat membawa kesan khusus kepada pemilih, lebih dari sekadar sosialisasi dan edukasi.
Menurutnya, negara lain atau daerah lain memberikan insentif kepada masyarakat yang datang ke TPS berupa produk dengan kekhasan lokal yang dihasilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti kaus bermotif tradisional atau suvenir lainnya.
Ide ini tidak hanya memberi kenang-kenangan bagi pemilih, tetapi juga mendukung ekonomi kreatif setempat.
Hasanuddin mengharapkan usulnya dapat menarik perhatian pemerintah daerah dan KPUD penyelenggara pemilu untuk mempertimbangkan implementasi insentif bagi para pemilih.
Baca juga: Ada 43 Perkara Pelanggaran Pilkada Kaltim, Didominasi Netralitas ASN
Dengan pemberian suvenir ini, masyarakat akan merasa lebih dihargai atas kontribusinya dalam membangun demokrasi, sekaligus meningkatkan angka partisipasi pemilih yang signifikan di Kalimantan Timur.
Dalam catatan KPUD Kaltim, target tingkat partisipasi pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden dan Legislatif lalu sebanyak 77,5 persen. Namun, angka ini terlampaui menjadi 79,81 persen.
"Itu merupakan keberhasilan kita bersama, buka cuma keberhasilan KPUD maupun Bawaslu karena kami meyakini bahwa Pilkada serentak ini kamu tidak bisa melaksanakan sendiri, kami tidak bisa bekerja sendiri," ungkap Ketua KPUD Kaltim Abdul Qayyim Rasyid.
Untuk itu, dia mengapresiasi TNI, Polri, Pemprov Kaltim, DPRD Provinsi Kaltim, serta jajaran Pemprov Kaltim dan Pemda Kabupaten/Kota.
Qayyim juga berterima kasih kepada para camat, karena peran dan kontribusinya yang penting dalam konsolidasi dan sosialisasi untuk menggenjot tingkat partisipasi.
Baca juga: Polda Kaltim Ungkap 3,2 Kilogram Sabu, Selamatkan 12.000 Jiwa
Terkait dengan logistik Pilkada, peranan Polda Kaltim juga diakui Qayyim sangat krusial. Oleh karena itu, KPUD Kaltim akan menduplikasinya.
Sedangkan terkait dukungan sumber daya manusia (SDM), KPUD Kaltim sudah melantik anggota KPPS untuk 6.274 TPS.
Jumlah TPS ini menurun, tetapi DPT-nya naik. Sebelumnya, pada Pemilu serentak 2024 jumlah DPT mencapai 11.441, sedangkan untuk DPT Pilkada serentak bertambah sekitar 42.000.
Jadi total DPT 2.821.202 pemilih, sedangkan jumlah TPS-nya menjadi 6.274 dari sebelumnya 11.441 TPS atau ada pengurangan 5.240 TPS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang