JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian PU Endra Saleh Atmawidjaja mengatakan, proyek ini akan selesai pada Agustus 2025.
"Ini sampai Agustus 2025, sekarang sudah 24 persen," kata Endra saat ditemui di kantornya, Jakarta, pada Jumat (20/12/2024).
Sebagai informasi, Istana Wakil Presiden di IKN dibangun di atas lahan seluas 14,8 hektar dengan luas total bangunan 10.038,4 meter persegi.
Konstruksinya dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Penta Architecture KSO dengan biaya Rp 1,45 triliun.
Pembangunan Istana Wakil Presiden IKN terbagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama dilakukan pembangunan istana, kantor, hunian, dan bangunan penunjang yang akan diselesaikan pada Agustus 2025.
Lalu pada tahap kedua, Kementerian PU akan melaksanakan lelang kembali proyek Istana Wakil Presiden IKN.
Infrastruktur ini mengusung konsep Huma Betang Umai yang berarti Rumah Panjang Ibu dalam bahasa Dayak.
Artinya, rumah yang besar untuk memberi ruang bersama dan memberikan peran mengayomi seperti ibu.
Dengan konsep tropis, performatif, dan regeneratif, Istana Wakil Presiden IKN digadang menjadi bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi karbon.
Istana Wakil Presiden IKN akan menjadi Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bila dirinya bersama Presiden Prabowo Subianto jadi pindah ke IKN pada tahun 2028.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.