Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membantah revisi desain atas Gedung Sidang Paripurna di Kawasan Parlemen atau Lembaga Legislatif di IKN sebagai dampak pemangkasan anggaran.
Sebagaimana diketahui, pembangunan IKN Tahap II periode 2025-2029, OIKN mendapatkan pagu Rp 48,8 triliun. Angka ini jauh lebih kecil ketimbang pembangunan Tahap I periode 2022-2024.
Sementara untuk memulai pekerjaan Kawasan Parlemen dan Yudikatif dibutuhkan tambahan dana sekitar Rp 8,1 triliun. Sedangkan DIPA awal OIKN senilai Rp 6,3 triliun.
Baca juga: Tembus 95 Persen, Kantor Otorita IKN Beroperasi Akhir Februari
Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Danis Hidayat Sumadilaga menegaskan, revisi ini sama sekali tidak terkait dengan efisiensi anggaran, melainkan penyempurnaan desain agar Lembaga Legislatif tampil lebih terhormat, gagah, dan berwibawa.
"Revisi ini sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto, dan sedang difinalkan bentuknya. Kami harapkan, lelang pekerjaan untuk membangun gedung ini Februari 2025 sudah dimulai," terang Danis kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2025).
Ekosistem perkantoran Lembaga Legislatif mencakup lima gedung utama (main building), yakni Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Gedung Sidang Paripurna, dan Gedung Sekretariat.
Konsep desain Kawasan Parlemen dikerjakan secara kolaboratif oleh Airmas Asri dan Arkonin.
Rinciannya, konsep kawasan, Gedung DPR, Gedung MPR, Gedung DPD, dan fasilitasnya dikerjakan oleh Airmas Asri.
Sedangkan Arkonin mengerjakan konsep desain Gedung Sidang Paripurna.
Baca juga: Kapal Patroli Hibah dari Jepang Bakal Perkuat Wilayah Perairan IKN
Sementara ekosistem perkantoran Lembaga Yudikatif mencakup Gedung Mahkamah Agung (MK), Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), dan Gedung Komisi Yudusial (KY).
Konsep desain kawasan juga dikerjakan oleh Airmas Asri.
Boyongan Akhir Februari
Ada pun perkembangan terkini pembangunan IKN, Danis memastikan tetap berlanjut dan sejumlah gedung masuk dalam tahap penyelesaian.
Kantor OIKN, misalnya, perkembangan konstruksinya sudah lebih dari 95 persen.
Saat ini tengah dikerjakan tahap fitting out dan sebagian perlengkapan furnitur atau mebeulair sudah dipasang.
"Akhir Februari ini saya harapkan tuntas ya, dan OIKN bisa mulai berkantor," tuntas Danis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang