Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 2 April 2025, 11:52 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Lebaran sangat tinggi.

Tercatat sekitar 8.000 orang berwisata ke KIPP IKN pada Selasa (1/4/2025) atau Hari ke-2 Idul Fitri 2025.

Otorita IKN pun mengantisipasinya dengan memberikan layanan terbaik bagi para pengunjung dengan berbagai upaya, seperti penambahan jam kunjungan, armada bus, pengaturan alur kunjungan, dan sistem parkir.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan simulasi pengaturan akses masuk dan keluar, terutama terkait parkir, mengingat lonjakan pengunjung yang luar biasa.

Baca juga: Beroperasi Penuh 2028, Pembangunan IKN Dipercepat

"Untuk mengoptimalkan area parkir, kami mencari lokasi alternatif seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, dan sekitar Rumah Sakit Hermina. Hal ini dilakukan agar pembangunan dan perawatan jalan di Sumbu Timur tidak terganggu," tutur Thomas, Rabu (2/4/2025).

Saat ini, area parkir di Rest Area Nusantara sangat terbatas, sehingga Otorita IKN mengeksplorasi berbagai opsi lokasi parkir alternatif.

Misalnya, di beberapa titik strategis seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, hingga sekitar Rumah Sakit Hermina.

"Ini adalah beberapa titik yang tengah kami diskusikan untuk mengakomodasi kebutuhan parkir tanpa mengganggu perawatan jalan di Sumbu Timur yang sedang berlangsung," tambah Thomas.

Baca juga: Bluebird Gunakan 100 Persen Bus Listrik di IKN

Otorita IKN juga menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghindari kepadatan berlebih dengan mengatur sistem keluar-masuk yang lebih efisien.

Di antaranyabdengan menyediakan pos pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya seperti RS Hermina, RS Mayapada, hotel, kafe, dan restoran.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw berharap para pengunjung dapat menceritakan pengalaman mereka berkunjung ke IKN kepada orang lain.

"Pengunjung yang datang dari berbagai daerah kami harapkan akan menceritakan kepada sanak saudara dan komunitasnya bagaimana IKN ini dibangun oleh putra-putri bangsa dan sebagai tonggak baru loncatan peradaban Bangsa Indonesia. Terima kasih atas antusias masyarakat untuk hadir menjadi saksi sejarah berdirinya IKN," kata Troy.

Berikut informasi kunjungan ke KIPP IKN yang harus Anda ketahui:

  • Pendaftaran kunjungan melalui aplikasi IKNOW (Play Store dan App Store).
  • Jam operasional kunjungan: 09.00 - 17.30 WITA.
  • Titik awal kunjungan: Rest Area Nusantara dengan armada Bus Listrik.
  • Destinasi kunjungan: Halte Bus Kemenko 3, Plaza Seremoni, Galeri UMKM, dan Taman Kusuma Bangsa.
  • Titik tunggu bus: Halte Menara Pandang Sumbu Barat dan Halte Kemenko 3.
  • Tidak ada biaya kunjungan.
  • Pengunjung wajib menjaga kebersihan dan ketertiban.
  • Dilarang merokok di bus listrik dan kawasan kunjungan.
  • Ikuti arahan petugas dan rambu-rambu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau