Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Operasional Bandara Internasional Nusantara (Nusantara Airport) di Ibu Kota Nusantara (IKN) masuk dalam tahapan penting terkait keberlanjutan fungsi fasilitas pascakonstruksi.
Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengungkapkan, aspek pemeliharaan (maintenance) menjadi variabel determinan dalam menjaga kelaikan infrastruktur penerbangan di IKN tersebut.
Dia mengungkapkan nominal anggaran pemeliharaan sebesar Rp 9 miliar per tahun seiring standar prosedur operasional di bandara ini mengadopsi regulasi internasional guna menjamin keselamatan penerbangan (safety) dan keamanan (security).
Imam menjelaskan, alokasi biaya pemeliharaan merupakan konsekuensi logis dari spesifikasi teknis bandara yang dirancang untuk melayani pesawat berbadan lebar (wide body).
Baca juga: Polresta IKN Resmi Dibangun, Selesai Tahun 2027
"Kendati belum didarati pesawat berbadan lebar, namun bandara ini sudah berfungsi, menjadi gerbang bagi para tamu penting negara dan juga para investor," ujar Imam kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026).
Proyek strategis nasional ini menelan nilai investasi sekitar Rp 4,3 triliun, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rinciannya, Rp 4,1 triliun untuk pembangunan sisi udara (airside), dan Rp 800 miliar untuk pembangunan sisi darat (landside).
Bandara Nusantara memiliki landas pacu (runway) sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Spesifikasi tersebut memungkinkan pesawat tipe Boeing 777-300ER atau Airbus A380 melakukan pendaratan dengan beban maksimal.
Baca juga: IKN Dikepung Tambang Ilegal, Otorita Klaim Sudah Ditindak Sejak 2023
Fasilitas sisi udara dilengkapi dengan apron yang mampu menampung tiga pesawat berbadan lebar secara simultan, serta taxiway yang dirancang untuk efisiensi pergerakan sirkulasi udara.
Di sisi darat, terminal penumpang seluas 7.350 meter persegi dipersiapkan untuk melayani arus mobilisasi pejabat negara serta tamu VVIP/VIP pada tahap awal operasional penuh.
Kelengkapan fasilitas pendukung lainnya, mencakup gedung terminal VVIP, terminal VIP, menara pengawas lalu lintas udara (ATC), gedung administrasi, serta instalasi distribusi bahan bakar pesawat.
Imam menyebutkan bahwa kerumitan sistem kelistrikan dan navigasi penerbangan di bandara ini memerlukan pengawasan berkala yang ketat.
Baca juga: BI Balikpapan Perkuat Ekonomi Syariah di Penyangga IKN via PESAN 2026
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh aset vital berfungsi optimal. Setiap komponen infrastruktur memiliki masa pakai dan jadwal kalibrasi yang tidak boleh dinegosiasikan demi menjamin integritas pelayanan,” tambah Imam.
Saat ini, pengembangan Bandara Internasional Nusantara memasuki tahapan lanjutan, yakni pelelangan untuk fasilitas esensial lainnya, termasuk gedung perkantoran, fasilitas karantina, dan keimigrasian guna melengkapi fungsi Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ).
Imam menegaskan, keberhasilan pendaratan jet pribadi dan pesawat yang membawa tamu negara berulang kali ke bandara ini merupakan hasil dari pengujian sistem yang presisi.