Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Lebaran, Pantai Manggar Sumbang PAD Balikpapan Rp 800 Juta

Kompas.com, 8 April 2025, 23:21 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengungkapkan, salah satu destinasi andalan kota, Pantai Segara Sari Manggar atau yang lebih dikenal dengan Pantai Manggar, berhasil meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 800 juta.

"Untuk lebih tepatnya, mulai dari 28 Maret hingga 7 April, PAD yang kami raih itu Rp 794.403.000," sebut Ratih kepada awak media di Balikpapan, Selasa (8/4/2025).

Ratih menjelaskan, pencapaian PAD Pantai Manggar pada libur Lebaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode libur Lebaran tahun lalu, PAD yang dihasilkan hanya sebesar Rp 594 juta.

Meskipun demikian, Ratih juga menyoroti perbedaan durasi libur. Libur Lebaran tahun ini terbilang lebih panjang, yakni sekitar 11 hari, karena dirangkai dengan libur Hari Raya Nyepi pada 28 dan 29 Maret.

Sementara pada tahun sebelumnya, libur Lebaran hanya berlangsung selama 6 hari.

Tingginya perolehan PAD Pantai Manggar disebabkan oleh melonjaknya jumlah pengunjung serta adanya fasilitas penyewaan yang menjadi sumber pendapatan tambahan, seperti lamin (pondok kecil), saung, dan wisma.

Ratih memaparkan data kunjungan wisatawan ke Pantai Manggar selama periode libur Lebaran 2025, yakni dari 28 Maret hingga 7 April, yang mencapai total 40.720 wisatawan.

Rincian kunjungan harian adalah sebagai berikut:

  • Jumat (28/3): 137 pengunjung (PAD Rp 2.450.000)
  • Sabtu (29/3): 342 pengunjung (PAD Rp 7.735.000)
  •  Minggu (30/3): 268 pengunjung (PAD Rp 5.690.000)
  • Senin (31/3) (Hari H Lebaran): 1.292 pengunjung (PAD Rp 28.730.000)
  • Selasa (1/4) (H+1): 5.704 pengunjung (PAD Rp 123.845.000)
  • Rabu (2/4) (H+2): 6.809 pengunjung (PAD Rp 115.830.000)
  • Kamis (3/4) (H+3): 6.334 pengunjung (PAD Rp 104.590.000)
  • Jumat (4/4) (H+4): 3.332 pengunjung (PAD Rp 56.400.000)
  • Sabtu (5/4) (H+5): 6.164 pengunjung (PAD Rp 133.510.000)
  • Minggu (6/4) (H+6): 8.313 pengunjung (PAD Rp 181.123.000)
  • Senin (7/4) (H+7): 2.025 pengunjung (PAD Rp 34.630.000)

Ratih menyoroti perbedaan menarik antara jumlah kunjungan dan pendapatan pada H+1 dan H+2 Lebaran. Meskipun jumlah wisatawan lebih banyak pada H+2, pendapatan justru lebih tinggi pada H+1.

Ia menjelaskan, hal ini dipengaruhi oleh faktor jumlah kendaraan yang masuk serta usia pengunjung.

Puncak kunjungan wisatawan ke Pantai Manggar terjadi pada H+6 Lebaran, dengan 8.313 pengunjung dan menghasilkan PAD sebesar Rp 181.123.000. Setelah itu, jumlah kunjungan mulai melandai.

"Oleh sebab itu kami terus melakukan peningkatan termasuk untuk sejumlah fasilitas di pantai ini untuk menyambut musim liburan berikutnya," pungkas Ratih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau