Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siap Layani Atlet Indonesia, RS Abdi Waluyo IKN Tembus 75,6 Persen

Kompas.com, 3 Juni 2025, 07:33 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan kemajuan pesat di berbagai sektor, termasuk infrastruktur kesehatan.

Kabar terbaru datang dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang mengumumkan bahwa pembangunan Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo di IKN telah mencapai progres 75,6 persen.

Angka ini menandakan bahwa fasilitas kesehatan modern dan berstandar internasional ini semakin dekat dengan tahap operasional, siap melayani kebutuhan kesehatan warga IKN dan masyarakat di sekitarnya.

Kehadiran RS Abdi Waluyo di IKN bukan sekadar penambahan fasilitas kesehatan, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan ekosistem kesehatan yang komprehensif di ibu kota baru.

Baca juga: Intip Fasilitas Bintang 5 Rusun di IKN, ASN Tinggal Bawa Koper

Dengan progres yang signifikan ini, RS Abdi Waluyo dirancang untuk menjadi salah satu pilar utama pelayanan kesehatan berkualitas tinggi, sejalan dengan visi IKN sebagai kota cerdas dan berkelanjutan.

Pembangunan fasilitas kesehatan modern ini menunjukkan komitmen pemerintah dan pihak swasta dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik sejak awal pembangunan IKN.

"Saat ini, pembangunan RS Abdi Waluyo sudah mencapai progres 75,6 persen," ujar Basuki.

RS Abdi Waluyo Nusantara yang dibangun dengan investasi sebesar Rp 2 triliun, ini dirancang sebagai pusat layanan kesehatan subspesialis, dengan fokus khusus pada sport medicine, sport center, dan sport research.

Baca juga: Saat Banyak Pihak Meragukan, Kompleks Kemenko 3 IKN Tuntas Secepat Kilat

Rumah sakit ini diresmikan groundbreaking-nya oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 22 September 2023, menandai langkah awal pembangunan fasilitas kesehatan modern di ibu kota baru.

Tujuannya, menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fokus pada subspesialis, terutama sport medicine, untuk mendukung atlet Indonesia, sejalan dengan keberadaan pusat pelatihan PSSI di IKN.

Rumah sakit ini direncanakan memiliki sekitar 400 kamar perawatan, menjadikannya fasilitas kesehatan berskala besar dengan layanan subspesialis.

Berbeda dari rumah sakit umum, RS Abdi Waluyo Nusantara akan mengkhususkan diri pada sport medicine meliputi perawatan cedera atlet, rehabilitasi medis, dan penelitian olahraga.

Subspesialis seperti ortopedi (dokter tulang), kardiologi (jantung), neurologi (otak), vaskular (pembuluh darah), dan rehabilitasi medis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau