Penulis
Lokasi penempatan jembatan ini telah ditentukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan WWF, yang mengidentifikasi titik-titik strategis perlintasan satwa.
"Saat ini kita sudah mengecor terowongannya. Nanti berikutnya kita akan mengecor pakai mortar ringan, setelah itu di atasnya baru kita akan timbun urugan tanah. Baru kita tanam pohon-pohon. Nanti mereka akan menyeberang di atas terowongan satwa itu," terang Hendro.
Baca juga: Siap Layani Atlet Indonesia, RS Abdi Waluyo IKN Tembus 75,6 Persen
Jembatan Satwa ini ditargetkan tuntas pekerjaannya pada Desember 2025. Sementara ruas utama Tol IKN Seksi 3A, 3B, 5A, 5B, 6A, 6B, dan 6C ditargetkan rampung secara funcional pada pertengahan 2026.
"Insya Allah pada pertengahan 2026 itu sudah nyambung semua, fungsional. Sudah teraspal semua, dan bisa berfungsi," ungkap Hendro.
Pembangunan jalan tol IKN ini mengadopsi berbagai teknologi konstruksi modern untuk memastikan efisiensi, keamanan, dan kualitas tinggi.
Di antaranya adalah Building Information Modeling (BIM) yang digunakan dalam perencanaan, desain, dan simulasi konstruksi secara terintegrasi, mengurangi potensi kesalahan dan meningkatkan koordinasi.
Beberapa elemen struktur jembatan diprefabrikasi di luar lokasi proyek untuk mempercepat proses instalasi dan mengurangi dampak lingkungan di area konstruksi.
Baca juga: Intip Fasilitas Bintang 5 Rusun di IKN, ASN Tinggal Bawa Koper
Proyek ini juga menggunakan geosintetik dalam stabilisasi tanah dan perkuatan lereng untuk memastikan ketahanan struktur jalan dan jembatan.
Sistem drainase dibuat berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengelola aliran air hujan, meminimalkan erosi, dan menjaga kualitas air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang