Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Jadwal Sensus Penduduk IKN Digelar? Simak Lengkapnya!

Kompas.com, 27 Juni 2025, 19:42 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Babak baru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan segera bergulir dengan langkah krusial: pendataan penduduk secara besar-besaran.

Ini bukan sekadar sensus biasa, melainkan upaya ambisius Otorita IKN untuk mendapatkan data akurat yang akan menjadi fondasi kebijakan masa depan.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengungkapkan, pendataan penduduk di wilayah IKN akan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juli hingga 31 Juli 2025.

Baca juga: Ribuan Warga IKN Bakal Disensus Juli Nanti, Bagaimana Persiapannya?

Artinya, dalam hitungan hari, ratusan petugas akan mulai menyisir wilayah yang masuk dalam delineasi IKN, baik di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Alimuddin juga menegaskan, pendataan ini adalah kunci utama.

"Kami sudah siapkan ratusan petugas untuk lakukan pendataan penduduk di wilayah delineasi IKN," ujarnya, dikutip Jumat (27/6/2025).

Tujuan utamanya adalah memperoleh data dasar yang akurat dan komprehensif.

Data ini sangat vital sebagai landasan bagi perumusan berbagai kebijakan pembangunan IKN ke depan, mulai dari tata ruang, penyediaan fasilitas publik, hingga program pemberdayaan masyarakat. Tanpa data yang valid, perencanaan pembangunan tidak akan efektif.

Proses Pendataan: Siapkan Diri dan Kenali Petugas!

Sebanyak 840 petugas terlatih telah disiapkan untuk tugas ini. Mereka telah menjalani pelatihan teknis dan etika profesional dalam dua gelombang pada 19-21 Juni dan 23-25 Juni 2025.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah delineasi IKN, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, [astikan Anda memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas.

Kemudian, pastikan petugas yang datang membawa identitas resmi. Hanya berikan informasi kepada petugas yang memiliki tanda pengenal sah.

Baca juga: Proyek Jumbo Baru IKN Dimulai, Pasar Sepaku dan Pusat Riset Wanagama

Alimuddin menambahkan, petugas sudah dilatih untuk berkomunikasi dengan baik, menunjukkan komitmen Otorita IKN dalam menjaga keharmonisan dengan masyarakat selama proses pendataan.

Jika pendataan belum selesai hingga 31 Juli 2025, Otorita IKN siap melakukan perpanjangan waktu sesuai kondisi di lapangan.

Otorita IKN menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) pusat untuk memastikan keberhasilan dan validitas data.

Petugas yang terlibat bukan sembarang orang; mereka berasal dari beragam latar belakang, mencakup, penduduk di wilayah delineasi IKN, warga Kota Samarinda, warga Kota Balikpapan, mahasiswa, dan pegawai BPS dari Kaltim, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca juga: Tak Cuma EHang, Taksi Terbang IKN Buatan Hyundai Juga Sudah Uji Coba

Kolaborasi ini menunjukkan upaya inklusif untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dan profesional dalam proyek pembangunan IKN.

Keberhasilan pendataan ini tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan petugas dalam menjalin komunikasi yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Pendataan ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan IKN, menentukan arah dan kebijakan yang akan diterapkan demi terwujudnya ibu kota masa depan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau