Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dilintasi Lebih dari 91.000 Kendaraan, Tol IKN Resmi Ditutup

Kompas.com, 4 Januari 2026, 19:24 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Gelombang antusiasme masyarakat Indonesia untuk mencicipi aspal mulus menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai puncaknya.

Setelah beroperasi secara fungsional selama 16 hari sejak 20 Desember 2024, Tol IKN resmi ditutup untuk publik mulai sore ini, Minggu, 4 Januari 2026.

Baca juga: Minggu Pukul 18.00 WITA, Tol IKN Akan Ditutup untuk Publik

Penutupan ini dilakukan setelah jalur sepanjang 50,2 kilometer tersebut sukses melayani puluhan ribu kendaraan yang ingin melihat langsung progres masa depan Indonesia di tanah Borneo.

Lebih dari 91.000 Kendaraan dalam 16 Hari

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, memberikan keterangan resmi mengenai performa tol fungsional tersebut.

"Total yang melintas mencapai lebih dari 91.000 kendaraan sejak pembukaan 20 Desember, hingga penutupan hari ini," ujar Yudi.

Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Terima Siswa Baru Tahun Ajaran 2026

Itu artinya, rata-rata lalu lintas harian (LHR) sekitar 4.000 hingga 5.000 kendaraan per hari.

Puncaknya terjadi pada Libur Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru1 Januari 2026 dengan volume mencapai lebih dari 6.000 kendaraan per hari.

Antusiasme ini tidak hanya terbatas pada Tol IKN. Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) juga mencatatkan rekor dengan total 300.817 kendaraan per 3 Januari, melonjak 22,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tiga Faktor Pemicu Lonjakan LHR

Ada tiga faktor utama yang diidentifikasi oleh BBPJN Kaltim terkait membeludaknya pengguna jalan.

Pertama adalah rasa penasaran masyarakat yang sangat tinggi untuk mencoba jalan tol fungsional terpanjang di Indonesia saat ini.

Baca juga: IKN dalam Angka yang Tak Ada di Jakarta

Kedua, efek libur Nataru yang berbarengan dengan libur sekolah dan libur nasional.

Ketiga, sebagai jalur alternatif. Banyak pengendara yang menggunakan Tol IKN sebagai jalur cepat menuju Martapura, Kalimantan Selatan, terutama untuk agenda Haul Guru Sekumpul.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan IKN II, Alfin Jerry, menambahkan, ada beberapa poin evaluasi selama 16 hari operasional.

Di antaranya penyempurnaan keamanan jalan. Meski lalu lintas terpantau lancar, terdapat beberapa insiden kecil seperti kendaraan pecah ban, bensin habis, hingga mogok.

Baca juga: DIPA Otorita IKN Rp 6 Triliun Resmi Turun, Ke Mana Uang Ini Mengalir?

"Evaluasi menunjukkan perlunya perapian rambu-rambu lalu lintas yang lebih komprehensif," cap Alfin.

Kedua pengerjaan fase akhir. Tol ini akan kembali ke tangan kontraktor untuk menyelesaikan pengaspalan terakhir atau wearing course, dan memastikan permukaan jalan mencapai standar halus tertinggi.

"Kemudian sinkronisasi lebar jalur di beberapa titik strategis. Pekerjaan penyempurnaan ini ditargetkan rampung pada awal Maret 2026 agar jalan lebih aman dan nyaman," imbuí Alfin.

Bagi masyarakat yang belum sempat menjajal Tol IKN, jangan berkecil hati. Ada sinyal kuat bahwa Tol IKN akan kembali dibuka secara fungsional pada periode Mudik Lebaran 2026.

Baca juga: Simfoni di Jantung IKN, Ketika Nafas Budaya Hidupkan Nusantara

"Kami akan meminta persetujuan dari pusat, baik dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) maupun Dirjen Bina Marga, terkait fungsional lanjutan nanti untuk Lebaran. Jadi, kita tunggu saja dulu," ungkap alfin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau