Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dosen Amerika Serikat Nilai IKN Proyek Ambisius yang Dibutuhkan Dunia

Kompas.com, 10 Januari 2026, 08:55 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Proyek monumental Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai telah bertransformasi menjadi laboratorium hidup bagi praktik urbanisasi modern yang inklusif dan berorientasi masa depan.

Legitimasi IKN sebagai percontohan global mendapat sorotan signifikan melalui kunjungan akademik strategis dari School of Public Policy, University of Maryland, Amerika Serikat, pada Kamis (8/1/2026).

Baca juga: 50 Tim Siap Bertarung di Sayembara Nusantara Cultural Center IKN

Sebagai institusi riset publik terkemuka yang berbasis di College Park, dekat Washington, D.C., universitas ini dikenal memiliki reputasi unggul dalam bidang kebijakan publik, inovasi, dan penelitian.

Forum diskusi strategis yang berlangsung di Kantor Otorita IKN tersebut menjadi ajang pertukaran diskursus mengenai tata kelola modern dan integrasi prinsip keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur berskala besar.

Visi Keberlanjutan

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan secara komprehensif arsitektur pembangunan Nusantara yang mencakup visi strategis pemindahan ibu kota hingga pengembangan infrastruktur dasar.

Pendekatan pembangunan ini secara konsisten berpijak pada integrasi tiga pilar keberlanjutan: lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Baca juga: IKN Tancap Gas, 7 Paket Infrastruktur Strategis Hampir 100 Persen

Basuki menegaskan bahwa komitmen politik Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terhadap keberlanjutan Nusantara bersifat absolut dan telah diresonansikan di berbagai forum global, termasuk G20.

“Komitmen Presiden Prabowo untuk memindahkan Ibu Kota ke Nusantara sudah sangat jelas. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti pada periode Natal dan Tahun Baru lalu, lebih dari 300 ribu orang berkunjung ke IKN,” ungkap Basuki.

Proyek Ambisius yang Dibutuhkan Dunia

Sorotan utama dalam kunjungan ini datang dari Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D., akademisi dari University of Maryland, yang memberikan perspektif mendalam mengenai signifikansi IKN bagi peradaban hijau masa depan.

“IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan di dunia,” ujar Prof. Thomas C. Hilde.

Baca juga: Progres Tol IKN Tembus 80 Persen, Bisakah Dilintasi Saat Mudik Lebaran?

Tingginya perhatian komunitas akademik dan komunitas internasional mengukuhkan peran IKN sebagai laboratorium global bagi praktik pembangunan yang inklusif.

Kunjungan ini diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan jejaring kerja sama internasional dalam perencanaan kota dan kebijakan publik.

Melalui pertukaran pengetahuan global ini, IKN semakin mantap melangkah untuk mewujudkan diri sebagai ibu kota berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi bangsa-bangsa lain dalam merancang masa depan urbanisasi hijau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau