Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Berapa Rumah Sakit yang Sudah Beroperasi di IKN?

Kompas.com, 10 Februari 2026, 11:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Pertanyaan besar yang kerap menghantui para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah berkeluarga menjelang pemindahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), adalah "bagaimana jika anak saya sakit di sana?"

Menjawab keraguan tersebut, Otorita IKN memberikan sinyal kuat bahwa ekosistem layanan dasar, khususnya kesehatan, tidak hanya siap secara fisik, tetapi telah melampaui standar nasional.

Baca juga: IKN Siap Sambut Gelombang Eksodus ASN ke IKN, Ada Sekolah dan Rumah Sakit

Pilar-pilar pelayanan publik mulai tegak berdiri, menjanjikan rasa aman bagi mereka yang akan menjadi penghuni pertama kota hutan ini.

Tiga Rumah Sakit Sudah Dibuka

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi ujung tombak kesiapan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Hingga saat ini, tercatat ada empat rumah sakit besar di KIPP, dengan tiga di antaranya telah resmi beroperasi melayani masyarakat dan pekerja:

  • Rumah Sakit Hermina Nusantara
  • Rumah Sakit Mayapada Nusantara
  • RSUP Kemenkes Nusantara

Baca juga: Patuhi Instruksi Prabowo, Otorita Bersih-bersih IKN

Rasio ketersediaan tempat tidur di IKN pun kini telah mencapai 2 hingga 3 tempat tidur per 1.000 penduduk.

Sebagai perbandingan, standar nasional minimal hanya berada di angka 1 tempat tidur per 1.000 penduduk. Artinya, dari sisi kapasitas, IKN sudah berada "di atas angin".

"Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN," tegas Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw.

Bukan Hanya Mengobati, Tapi Mencegah

IKN dirancang bukan sebagai kota yang sibuk dengan urusan kuratif atau pengobatan semata.

Otorita IKN mulai menggalakkan strategi preventif yang cukup unik. Untuk mengendalikan demam berdarah, alih-alih hanya mengandalkan fogging, mereka menebar ikan di embung-embung sebagai predator alami jentik nyamuk.

Baca juga: Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN Jadi Living Lab Dunia

Namun, tantangan kesehatan justru muncul dari gaya hidup. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dua kali setahun, yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo, ditemukan data menarik sekaligus peringatan.

Lebih dari 30 persen pegawai di bawah usia 30 tahun terdeteksi mengalami hiperglikemia (gula darah tinggi), kolesterol, dan tekanan darah tinggi.

Temuan ini menjadi dasar bagi Otorita IKN untuk mendorong pola hidup sehat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas warga Nusantara kelak.

Menuju Ekosistem Hunian yang Utuh

Tentu saja, kesehatan bukan satu-satunya magnet. Agar ASN bersedia membawa keluarga, ekosistem pendidikan dan religi juga dikebut:

1. Pendidikan

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau