Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Pertanyaan besar yang kerap menghantui para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah berkeluarga menjelang pemindahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), adalah "bagaimana jika anak saya sakit di sana?"
Menjawab keraguan tersebut, Otorita IKN memberikan sinyal kuat bahwa ekosistem layanan dasar, khususnya kesehatan, tidak hanya siap secara fisik, tetapi telah melampaui standar nasional.
Baca juga: IKN Siap Sambut Gelombang Eksodus ASN ke IKN, Ada Sekolah dan Rumah Sakit
Pilar-pilar pelayanan publik mulai tegak berdiri, menjanjikan rasa aman bagi mereka yang akan menjadi penghuni pertama kota hutan ini.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi ujung tombak kesiapan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Hingga saat ini, tercatat ada empat rumah sakit besar di KIPP, dengan tiga di antaranya telah resmi beroperasi melayani masyarakat dan pekerja:
Baca juga: Patuhi Instruksi Prabowo, Otorita Bersih-bersih IKN
Rasio ketersediaan tempat tidur di IKN pun kini telah mencapai 2 hingga 3 tempat tidur per 1.000 penduduk.
Sebagai perbandingan, standar nasional minimal hanya berada di angka 1 tempat tidur per 1.000 penduduk. Artinya, dari sisi kapasitas, IKN sudah berada "di atas angin".
"Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN," tegas Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw.
IKN dirancang bukan sebagai kota yang sibuk dengan urusan kuratif atau pengobatan semata.
Otorita IKN mulai menggalakkan strategi preventif yang cukup unik. Untuk mengendalikan demam berdarah, alih-alih hanya mengandalkan fogging, mereka menebar ikan di embung-embung sebagai predator alami jentik nyamuk.
Baca juga: Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN Jadi Living Lab Dunia
Namun, tantangan kesehatan justru muncul dari gaya hidup. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dua kali setahun, yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo, ditemukan data menarik sekaligus peringatan.
Lebih dari 30 persen pegawai di bawah usia 30 tahun terdeteksi mengalami hiperglikemia (gula darah tinggi), kolesterol, dan tekanan darah tinggi.
Temuan ini menjadi dasar bagi Otorita IKN untuk mendorong pola hidup sehat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas warga Nusantara kelak.
Tentu saja, kesehatan bukan satu-satunya magnet. Agar ASN bersedia membawa keluarga, ekosistem pendidikan dan religi juga dikebut:
1. Pendidikan