Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipacu akselerasinya.
Termasuk Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, yang berdiri sebagai representasi pluralisme dan memasuki penyelesaian nahap akhir.
Kementerian Agama menargetkan Basilika Nusantara dapat fungsional pada Mei 2026.
Baca juga: Ada di IKN, Basilika Pertama Indonesia Tembus Progres 89,30 Persen
Momentum ini dipersiapkan secara khusus untuk menyambut Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), sebuah ajang prestisius yang akan mempertemukan seluruh uskup se-Indonesia di ibu kota baru.
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafi’i, menekankan bahwa pembangunan ini tidak sekadar mengejar aspek estetika arsitektural, tetapi juga mengintegrasikan teknologi modern.
Salah satu poin penting yang menjadi pusat perhatian adalah instalasi instrumen liturgi yang didatangkan langsung dari Eropa.
"Yang menjadi perhatian khusus adalah pemasangan lonceng dan salibnya. Komponen ini didatangkan khusus dari Belanda dan dioperasikan menggunakan sistem digital," ungkap Syafi’i, dikutip Kompas.com, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Mengejar Restu Suci Vatikan, Misi Final Penamaan Basilika Nusantara di IKN
Penggunaan sistem digital pada instrumen gereja tradisional ini mencerminkan visi IKN sebagai smart city.
Integrasi antara tradisi kekristenan dengan efisiensi teknologi abad ke-21 diharapkan menjadi preseden bagi pembangunan fasilitas peribadatan lainnya di kawasan Nusantara.
Secara teknis, progres konstruksi Basilika Nusantara telah mencapai tahap yang sangat meyakinkan.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Timur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Efry Biaktama Meliala, memastikan bahwa struktur utama bangunan telah berdiri kokoh.
Baca juga: Basilika Nusantara IKN, Simbol Kerukunan Beragama Tembus 55 Persen
“Area basilika memiliki kapasitas sekitar 1.300 jemaat. Selain ruang ibadah utama, kami juga telah menyelesaikan pembangunan wisma yang menyediakan 43 kamar untuk akomodasi para tamu dan pimpinan gereja,” jelas Efry.
Saat ini, fokus pengerjaan dialihkan pada detail interior dan pengadaan mebel.
Meskipun pengerjaan interior masih berlangsung, Efry optimistis bahwa pemasangan elemen-elemen eksternal yang ikonik akan rampung dalam bulan depan, sehingga jadwal pertemuan para uskup tidak terganggu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang