Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 Februari 2026, 14:13 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Tantangan besar mengintai para pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

Apakah UMKM lokal akan menjadi pemain utama atau sekadar penonton di rumah sendiri?

Menjawab keresahan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan melakukan langkah taktis.

Baca juga: Jajang Hermawan: BI Kaltim Fokus Akselerasi Pembayaran Digital dan UMKM

Melalui rangkaian workshop intensif pada medio Februari 2026, BI Balikpapan menyasar dua jantung ekonomi kreatif: subsektor wastra (fesyen) dan makanan-minuman (mamin) olahan.

BI Balikpapan menerapkan standar kurasi yang ketat untuk memisahkan produk yang sekadar ada dengan produk yang siap bertarung di pasar global.

Diplomasi Budaya dalam Wastra

Pelatihan desain wastra yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan (6–8 Februari 2026) menjadi arena penting bagi 18 pelaku UMKM dan 18 desainer muda, termasuk para siswa SMK Tata Busana.

BI Balikpapan menyadari bahwa tanpa narasi dan identitas yang kuat, kain batik atau fesyen lokal hanya akan berakhir sebagai komoditas murah.

Integrasi unsur budaya lokal Kalimantan Timur dipadukan dengan konsep ready-to-wear (siap pakai) bertaraf nasional.

Baca juga: Menjaga Jangkar Ekonomi, Strategi BI Balikpapan Hadapi Volatilitas 2026

Menariknya, para peserta tidak hanya diajarkan cara menjahit, tetapi dipaksa membedah storytelling produk, mengapa sehelai kain tersebut layak dihargai mahal oleh pasar nasional maupun global.

“Produk wastra lokal harus memiliki identitas kuat dan kualitas unggul. Ini bukan lagi soal bertahan di pasar lokal, melainkan bagaimana menembus pasar nasional hingga global dengan desain yang berkarakter,” tegas Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, dikutip Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Mamin Olahan

Tak hanya fesyen, sektor mamin olahan juga mendapat porsi perhatian besar. Sebanyak 47 pelaku usaha dari Balikpapan, PPU, dan Paser digembleng pada 11–12 Februari 2026.

Fokusnya adalah inovasi bahan alami, kemasan estetik, dan kredibilitas merek.

Langkah ini strategis mengingat IKN akan membawa jutaan konsumen baru dengan standar selera yang lebih tinggi.

Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara

Jika UMKM lokal tidak mampu mengemas produknya secara modern, pasar tersebut akan habis dilahap oleh produk-produk pabrikan besar.

Workshop ini juga berfungsi sebagai gerbang awal menuju ekosistem Industri Kreatif Syariah (IKRA), sebuah label prestisius yang menjamin kualitas dan prinsip bisnis berkelanjutan.

Kehadiran narasumber industri nasional dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi peserta mengenai standar kualitas pasar yang sebenarnya.

Baca juga: Kerek UMKM Balikpapan dan IKN Naik Kelas, BI Dorong Penggunaan QRIS Tap

Kurasi langsung di tempat memaksa UMKM memahami kelemahan material dan diferensiasi desain mereka secara instan.

Melalui pendampingan branding dan strategi ekspor, BI Balikpapan dan sekitarnya sedang menyiapkan barisan pengusaha yang tidak hanya mampu bersaing di pasar daring (digital), tetapi juga memiliki nyali untuk menaruh produk mereka di rak-rak toko internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau