Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Untuk kali perdana sejak mulai dibangun, Masjid Negara IKN menggelar salat tarawih perdana, menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah di jantung ibu kota baru.
Bagi masyarakat yang belum bisa menginjakkan kaki langsung di Kalimantan Timur, Otorita IKN menyediakan akses visual melalui siaran langsung di kanal YouTube IKN.
Langkah ini diambil agar seluruh rakyat Indonesia bisa merasakan atmosfer Ramadan pertama dari pusat pemerintahan baru.
Baca juga: Hilal Tak Tampak di Langit IKN, Debut Bersejarah Jadi Lokasi Pemantauan
Meski kawasan IKN masih terus bersolek, area utama Masjid Negara telah siap sepenuhnya menampung ribuan jemaah, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) yang telah menetap, pekerja konstruksi, hingga warga lokal dari kawasan sekitar.
Kesiapan infrastruktur ibadah ini menjadi prioritas Otorita IKN untuk memastikan kehidupan sosial-keagamaan berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.
Momentum ini juga memperkuat identitas Nusantara sebagai kota yang inklusif namun tetap memegang teguh nilai spiritualitas.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, pembangunan Masjid Negara memiliki nilai filosofis yang dalam.
Baca juga: Basilika Nusantara IKN Jadi Tuan Rumah Sidang Tahunan KWI Mei 2026
Basuki menyebut masjid ini dirancang untuk menjadi ikon dunia yang mencerminkan wajah Islam di Indonesia yang moderat dan modern.
"Masjid Negara ini bukan hanya soal estetika arsitektur yang dikelilingi air, tapi soal fungsionalitas dan kenyamanan beribadah. Kita ingin umat yang beribadah di sini merasakan ketenangan luar biasa di tengah lingkungan yang hijau," ujar Basuki, dikutip Kompas.com.
Ia juga menambahkan, pengerjaan masjid ini dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi karena posisinya yang strategis di sumbu kebangsaan.
Baca juga: Jelang Imlek, Kendaraan via Tol Balsam Penyangga IKN Melesat 17 Persen
Kehadiran ruang terbuka hijau dan embung yang mengelilingi bangunan masjid bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari konsep forest city yang diaplikasikan pada rumah ibadah.
Dimulainya tarawih perdana ini menjadi tonggak sejarah baru. Jika tahun-tahun sebelumnya IKN hanya dibicarakan lewat angka dan progres konstruksi, Ramadan 1447 H ini IKN mulai bercerita tentang kebersamaan, ketenangan, dan niat suci umat dalam menunaikan kewajiban di rumah barunya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.