Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Daftar negara Eropa yang mengantre untuk mencicipi peluang di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali bertambah.
Kali ini, giliran Austria yang secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk menyuntikkan teknologi dan investasi di jantung pemerintahan baru Indonesia tersebut.
Langkah serius ini ditandai dengan kunjungan delegasi Kedutaan Besar Austria yang dipimpin oleh Chargé d’Affaires ad interim Michael Wislocki dan Commercial Counselor Sigmund Nemeti ke Kantor Balai Kota Otorita IKN, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Bukan Jalan Biasa, Jalur Hankam IKN Dilengkapi Terowongan Terpadu MUT
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
Fokus penjajakan kali ini tidak lagi sekadar menanyakan maket pembangunan, melainkan masuk ke sektor spesifik: transportasi cerdas dan layanan kesehatan berbasis teknologi tinggi.
Michael Wislocki mengungkapkan, Austria tidak datang dengan tangan kosong. Sebagai negara yang dikenal unggul dalam teknologi perkotaan di Eropa, Austria menawarkan solusi konkret untuk mewujudkan ambisi IKN sebagai kota hutan yang modern.
"Kedutaan Besar Austria terakhir kali ke sini pada tahun 2023 untuk menjajaki berbagai peluang bisnis. Saat ini, kami terus mengikuti perkembangan pesat IKN. Kami sangat tertarik untuk ikut menciptakan kota hutan yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Michael.
Baca juga: Jalan Kawasan Hankam IKN Sepanjang 10 Kilometer Tembus 62,83 persen
Michael menegaskan, Austria memiliki keunggulan kompetitif dalam inovasi transportasi perkotaan dan layanan kesehatan digital.
Selain itu, mereka juga melirik potensi penguatan ekosistem pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kawasan Nusantara.
Menanggapi tawaran tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa Nusantara didesain untuk menjadi ekosistem perkotaan yang lengkap, bukan sekadar deretan gedung kementerian.
Basuki memastikan pintu kolaborasi internasional terbuka lebar bagi mitra yang mampu membawa nilai tambah bagi keberlanjutan kota.
Baca juga: Hutan dan Lahan IKN yang Berhasil Direhabilitasi 1.805 Hektar
“Pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi juga membangun ekosistem kota yang lengkap, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan,” tegas Basuki.
Eks Menteri PUPR ini menambahkan bahwa kerja sama dengan Austria diharapkan dapat memperkaya pengembangan IKN melalui transfer teknologi, terutama dalam mendukung IKN sebagai kota yang inklusif dan berdaya saing global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang