Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 29 Maret 2026, 10:28 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Momentum Idulfitri 1447 H menjadi saksi bisu bagaimana Ibu Kota Nusantara (IKN) bertransformasi dari sekadar proyek infrastruktur menjadi mesin uang baru bagi rakyat kecil.

Angkanya tidak main-main, omzet pedagang kaki lima hingga kafe di IKN melonjak hingga ribuan persen hanya dalam hitungan hari.

Hal ini terjadi pada seorang pedagang dawet ayu yang mengantongi belasan juta rupiah dalam sehari.

Baca juga: Tol IKN Beroperasi Penuh Tahun 2027, Pangkas Waktu Jadi 30-45 Menit

Wahyu, pemilik lapak "Bang Brewok" di area Plaza Seremoni, menjadi salah satu saksi hidup fenomena ini.

Pada hari biasa, ia hanya melayani segelintir pekerja proyek, namun saat libur Lebaran, omzetnya menyentuh angka Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per hari.

Cerita yang lebih fantastis datang dari Nita, pemilik Café Sepaku Empat. Ia mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan.

"Awalnya omzet sekitar Rp 1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per hari," ungkapnya.

Produk andalannya adalah mochi, makanan kenyal yang jadi rebutan anak-anak pengunjung IKN.

Baca juga: Hingga Selasa, IKN Dikunjungi 143.126 Orang, dari Banjarmasin hingga Taiwan

Sektor kuliner lain seperti D’sweet Nusantara bahkan mencatat angka hingga Rp 20 juta per hari berkat menu Bakwan Malang yang kini menjadi "legenda lokal" di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Bagi para pengunjung, belum ke IKN rasanya jika belum menyantap bakwan tersebut.

Optimisme tinggi

Tingginya angka-angka omzet dan kunjungan 143.126 orang ke IKN bukan tanpa alasan. Otorita IKN memadukan wisata proyek dengan aktivasi budaya.

Sambil menyantap kuliner, pengunjung disuguhi petikan alat musik sape yang magis dan peragaan busana khas Dayak.

Suasana "kota besar" diklaim mulai terasa di tempat yang beberapa tahun lalu masih berupa hutan belantara.

Baca juga: Pengunjung Wajib Patuhi Protokol Ketat Masuk Istana Negara IKN

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan bahwa fenomena ini adalah sinyal kuat bagi masa depan ekonomi IKN.

"Ini bukan sekadar berkah musim liburan, namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha di sini," ujar Troy saat memantau keramaian di KIPP, Sabtu (28/03/2026).

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau