Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Selasa, IKN Dikunjungi 143.126 Orang, dari Banjarmasin hingga Taiwan

Kompas.com, 25 Maret 2026, 10:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menjelma menjadi pusat gravitasi baru yang menyedot perhatian massa.

Hingga Selasa (24/3/2026), tercatat sebanyak 143.126 orang dengan 30.544 kendaraan telah mengunjungi kawasan ini.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa IKN didesain sebagai ruang publik yang inklusif.

Baca juga: 62.500 Orang Serbu IKN, Catat Aturan Main Masuk Istana Negara

Di sepanjang Plaza Seremoni, pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan infrastruktur, tetapi juga ekosistem gaya hidup mulai dari kafe modern hingga deretan kedai UMKM yang menyajikan kuliner lokal.

"Kami ingin masyarakat menikmati kunjungan yang aman dan berkesan. IKN adalah ruang publik yang edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Troy.

Dari Teater Mini hingga Jembatan Kaca

Bagi pengunjung yang ingin memahami filosofi di balik bangunan megah, gedung Sentra Massa menjadi titik wajib.

Di sana terdapat Nusantara Information Center yang dilengkapi Mini Teater yang kerap menayangkan perjalanan progres pembangunan.

Baca juga: Pengunjung Wajib Patuhi Protokol Ketat Masuk Istana Negara IKN

Selain itu, ada Pusat Kendali yang memonitor real-time cuaca dan lalu lintas IKN, serta Robot Interaktif yang merupakan sisten pintar yang menyambut dan membagikan informasi kepada pengunjung.

Untuk pencinta swafoto, jembatan kaca dan area glamping menawarkan sudut pandang (POV) terbaik IKN dari ketinggian bukit.

Sementara keluarga dapat menikmati permainan tradisional seperti egrang dan bakiak di area amphitheater tepat di depan Istana Negara.

Dari Banjarmasin hingga Taiwan

Kekaguman tidak hanya datang dari warga lokal. Snow, seorang turis asal Taiwan, mengaku terpikat dengan suasana Idulfitri di Nusantara dan bermimpi untuk bermukim di sana suatu hari nanti.

Senada dengan itu, Florensia, warga Banjarmasin, menyoroti konsep green building yang kental.

Baca juga: Otorita Siagakan 25 Pramuwisata, Siap Kawal Pengunjung di IKN

"Rasanya seperti tidak lagi di Kalimantan karena sangat eco-friendly. Bangunannya hijau semua, tidak kalah dengan kota-kota di Jawa," ungkapnya.

Menjadi tamu di IKN menuntut kedisiplinan tinggi. Otorita IKN menerapkan aturan protokoler ketat, terutama bagi mereka yang ingin berfoto di Pilar Istana Negara:

  • Wajib Bersepatu: Sandal dilarang masuk area utama.
  • Pakaian Sopan: Wajib berpakaian tertutup.
  • Batas Waktu: Akses foto hanya dilayani hingga pukul 17.00 WITA.

Baca juga: Bosan Destinasi Itu-itu Saja? Lebaran Ini Waktunya Liburan ke IKN

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menginjak rumput atau merusak tanaman di area hijau. Komitmen menjaga kebersihan adalah harga mati untuk mewujudkan IKN sebagai kota panutan yang lestari.

Bagi Anda yang ingin menikmati suasana malam di Plaza Seremoni, kawasan ini tetap terbuka hingga pukul 21.00 WITA.

Namun ingat, akses tol menuju IKN dari Balikpapan hanya dibuka mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WITA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau