NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menargetkan proyek gedung DPR hingga Mahkamah Agung (MA) tersebut rampung pada 2027-2028.
Proyek ini mencakup pembangunan gedung-gedung utama lembaga negara sekaligus infrastruktur pendukung, termasuk jalan kawasan untuk menunjang konektivitas antarbangunan.
Baca juga: Gedung Polresta IKN 3,24 Hektar, Beroperasi Tahun 2027
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
"Pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif tidak termasuk dalam efisiensi. Pembangunan tetap berjalan, jadi tidak perlu ragu," ujar Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Senin (13/04/2026).
Pada kawasan legislatif, pembangunan direncanakan meliputi sejumlah gedung utama, yakni Gedung Paripurna, Gedung DPR, Gedung DPD, dan Gedung MPR.
Gedung Paripurna akan menjadi pusat kegiatan dengan kapasitas hingga 1.579 orang. Saat ini, proses penyempurnaan desain masih menunggu persetujuan Presiden.
Baca juga: Arahan Prabowo: IKN Lanjut, Kompleks Lesgilatif dan Yudikatif Tuntas 2028
Selain itu, pembangunan jalan kawasan sepanjang 3,7 kilometer juga disiapkan untuk mendukung konektivitas antar-bangunan. Tahapan awal berupa pembersihan lahan telah dilakukan.
Sementara itu, pembangunan kawasan yudikatif dibagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup pembangunan Gedung MA beserta kawasan pendukung dan Plaza Keadilan.
Adapun paket kedua meliputi pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), kawasan yudisial, serta masjid. Seluruh area ini akan dilengkapi dengan pembangunan jalan kawasan sepanjang 8 kilometer.
Baca juga: Demi IKN Bebas Kumuh dan Bau, PSEL Regional Dibangun
Di sisi lain, penguatan infrastruktur air juga terus dilakukan melalui pembangunan embung dan kolam retensi, di antaranya embung EC-08 dan kolam retensi TR01.
Jaringan perpipaan air minum tengah dibangun dan akan terintegrasi melalui Multi-Utility Tunnel (MUT) untuk mendukung kawasan di KIPP IKN.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.