Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Samarinda Dapat Jatah Rp 2,9 Triliun Uang Tunai Ramadhan-Idulfitri

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur Budi Widihartanto mengungkapkan hal itu saat menjawab Kompas.com, usai meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (Serambi), di Samarinda, Senin (18/3/2024).

Menurut Budi, besaran kuota tersebut ditetapkan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, yang mencakup pertumbuhan dan mobilitas penduduk, tunjangan hari raya (THR) ASN dan karyawan swasta, serta gaji ketigabelas.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi Kaltim 6,2 persen yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional.

"Selain itu, terutama didorong oleh akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sehingga meningkatkan trafik dan mobilitas warga dari dan menuju IKN dan membelanjakan uangnya di Samarinda," urai Budi.

Adapun dalam program Serambi yang merupakan tahun kedua dilaksanakan, Kantor Perwakilan BI Kaltim menyiapkan dana sebesar Rp 4,77 triliun yang bisa ditukarkan oleh masyarakat di 343 titik.

Angka ini meningkat 17,6 persen dibanding tahun 2023, dan menempatkan Kaltim dengan porsi 2,6 persen secara Nasional dari total Rp 197,6 triliun.

Budi menjelaskan, masyarakat bisa menukarkan uang dengan jumlah maksimal Rp 4 juta per orang, mulai Senin 18 Maret hingga Jumat 5 April 2024.

Pemesanan dapat dilakukan melalui situs Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) pada situs https://pintar.bi.go.id.

Selain bekerja sama dengan perbankan, juga akan disediakan kas keliling dengan titik sentral di Museum Kota Samarinda, halaman gedung DPRD, di Gerbang Tol (GT) Palaran, dan di Samarinda Square.

Khusus kas keliling, beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 13.00 Wita, dan di Samarinda Square mulai pukul 10.00-14.00 Wita.

"Simpel, tidak perlu antre. Bisa diambil tepat pada pukul yang ditentukan, tidak dikenakan biaya, dan aman karena uangnya berkualitas," urai Budi.

Program Serambi 2024 ini juga dilakukan dengan tujuan meminimalsiasi loket tak resmi, mencegah peredaran uang palsu, dan memangkas pungutan biaya yang dibebankan kepada masyarakat.

https://ikn.kompas.com/read/2024/03/19/080000087/samarinda-dapat-jatah-rp-2-9-triliun-uang-tunai-ramadhan-idulfitri

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com