Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ribuan Pekerja Konstruksi IKN Mudik Bareng, 1.258 Orang Pakai Hercules

Untuk mengakomodasi perjalanan pulang para pekerja konstruksi tersebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melaksanakan kegiatan “Mudik Bareng Pekerja Kontruksi IKN 2024” di kawasan IKN, Jumat (5/4/2024).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto memastikan dukungannya dan apresiasi atas nama Menteri PUPR terhadap kinerja para pekerja konstruksi dalam pembangunan infrastruktur di IKN.

"Hari ini Jumat tanggal 5 April 2024 saya secara resmi melepas kegiatan “Mudik Bareng Pekerja Kontruksi Ibu Kota Nusantara (IKN) 2024” semoga lancar dan selamat sampai tujuan untuk kembali ke kampung halaman berkumpul bersama sanak keluarga di rumah,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, seluruh pekerja baik jajaran penyedia jasa, manajemen konstruksi dan pekerja kontruksi merupakan bagian dari Keluarga Besar Kementerian PUPR.

Mereka berperan penting dalam membangun berbagai infrastruktur serta hunian serta prasarana pendukung dan menjadi bagian dari sejarah dan legacy dari pembangunan IKN.

Kegiatan mudik lebaran merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan setiap tahunnya khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Untuk itu, pemerintah juga memberikan hak kepada para pekerja untuk melaksanakan libur bersama guna menjalin tali silaturahmi bersama keluarga serta mendukung kelancaran proses perjalanan mudik para pekerja konstruksi IKN.

"Pada libur lebaran ini kami juga ingin melihat pekerja konstruksi juga bahagia dan bertemu dengan keluarga tercinta setelah beberapa lama dtinggalkan," tutur Iwan.

Namun, dia juga berharap setelah selesai pekerja konstruksi bisa datang kembali sesuai jadwal untuk mendukung percepatan pembangunan di IKN.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Anggoro Putro dalam laporannya menyampaikan dalam kegiatan “Mudik Bareng Pekerja Kontruksi IKN 2024” ini diikuti oleh ribuan pekerja.

Kementerian PUPR, imbuhnya, telah menyediakan berbagai sarana tranportasi seperti kapal laut dan pesawat udara untuk penerbangan komersial.

Selain itu, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara untuk untuk memberikan dukungan moda transportasi bagi pekerja konstruksi dengan menggunakan pesawat hercules.

Beberapa daerah yang menjadi tujuan para pekerja yang mudik antara lain Jawa Tengah seperti Solo, DI Yogyakarta dan Jawa Timur seperti Surabaya.

Berdasarkan data yang ada, jumlah pekerja konstruksi yang mengikuti kegiatan mudik bareng dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1445 H sebanyak 13.000 orang.

Rinciannya, sektor perumahan sebanyak 4.598 orang yang mengerjakan konstruksi Rusun ASN, Polri, BIN, dan TNI.

Sejumlah 1.730 orang di antaranya menggunakan moda transportasi kapal laut, 1.258 orang menggunakan pesawat hercules dan 1.610 orang menggunakan pesawat komersial.

“Pekerja konstruksi yang bekerja di IKN berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Mereka telah berpartisipasi melaksanakan pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), rumah susun (Rusun) ASN, Polri, BIN dan Paspampres," urai Anggoro.

https://ikn.kompas.com/read/2024/04/05/121427587/ribuan-pekerja-konstruksi-ikn-mudik-bareng-1258-orang-pakai-hercules

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com