Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jelang HUT RI di IKN: Dubes Negara Sahabat Diinapkan di Dua Hotel Balikpapan

Kedua hotel yang dipersiapkan sebagai fasilitas akomodasi tamu penting ini adalah Novotel Hotel, dan Grand Jatra Hotel.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengungkapkan, pembagian hotel untuk tamu undangan disiapkan oleh Sekretariat Presiden (Setpres).

Oleh karena itu, menurut Sri, saat ada beberapa daerah meminta untuk dipesankan hotel, tidak bisa dipenuhi.

Hal ini karena pemesanan hotel harus satu pintu melalui Setpres. Merekalah yang akan mengatur tamu undangan baik pejabat, dubes, maupun VIP lainnya akan ditempatkan.

Sementara, untuk penjemputan tamu VIP dan para dubes akan dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Perhubungan yang mendukung fasilitasi kendaraan.

Menurut Sri, Kementerian Perhubungan akan menyiapkan dukungan transportasi berupa 67 armada bus.

Namun demikian, Sri belum dapat memastikan apakah bus-bus tersebut digunakan hanya di dalam wilayah IKN, atau difungsikan juga sebagai shuttle antar-jemput para tamu dari Balikpapan ke IKN, dan sebaliknya.

"Satu yang pasti, dubes negara sahabat dan tamu undangan akan datang mulai tanggal 16 Agustus 2024," ujar Sri saat rapat koordinasi persiapan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, di Balikpapan, Kamis (4/7/2024).

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan, perhelatan upacara tahun ini merupakan yang perdana dipusatkan di IKN sehingga sangat bersejarah.

Oleh karena itu, persiapan pelaksanaan hingga saat ini terus dilakukan seluruh pihak yang terlibat, termasuk Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI dan Polri di wilayah Kaltim.

"Intinya kita ingin persiapan pelaksanaan dapat dikerjakan sesempurna mungkin. Sebab, ini bagian dari sejarah masyarakat Kaltim dan Indonesia, sehingga semua harus siap," kata Akmal.

Menurutnya, meski agenda ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat, namun karena pelaksanaannya dikonsentrasikan di IKN yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Kaltim, maka Pemprov maupun Kabupaten/Kota serta TNI/Polri di Kaltim juga bertanggung jawab.

Sebab, bagaimana pun juga, IKN bagi Pemerintah Daerah maupun masyarakat Kaltim adalah berkah.

Akan ada banyak masyarakat yang antusias menyambut upacara ini. Di luar undangan saja, masyarakat yang menyatakan hadir ada 1.000 orang.

Akmal menuturkan, persiapan yang menjadi fokus perhatian adalah mobilitas dan pergerakan massa, ketersediaan logistik, ketersediaan pangan, biutifikasi kota/kabupaten yang dilintasi, hingga upacara penyambutan para tamu negara dan tamu undangan.

"Pergerakan yang paling crowded nanti adalah pada saat 17 Agustus. Sebab, ada dua kegiatan, yaitu upacara kenaikan dan penurunan. Jangan sampai kondisi ini menyebabkan kemacetan," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, pelaksanaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di IKN merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan bagi Kaltim.

"Karena itu, persiapan setiap saat harus update. Kondisi ini tentu akan menjadi antusias masyarakat untuk ikut menyukseskan," ucap Nanang.

Sedangkan untuk pengamanan secara keseluruhan di Kaltim seluruh panitia di daerah siap mendukung komando Kodam VI Mulawarman.

Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Bayu Permana menjelaskan, sejak awal Agustus persiapan pengamanan sudah dilakukan, termasuk prosesi pengantaran duplikat bendera merah putih dan teks proklamasi.

"Kondisi ini tentu akan disambut antusias masyarakat. Karena itu, pengamanan tetap menjadi perhatian bersama-sama. Artinya, semua terlibat dalam pelaksanaan. Termasuk, saat Hari H upacara," tuntasnya.

https://ikn.kompas.com/read/2024/07/05/070000187/jelang-hut-ri-di-ikn-dubes-negara-sahabat-diinapkan-di-dua-hotel-balikpapan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com