Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hari Perdana, Kereta Otonom Tanpa Rel IKN Jalani Uji Kelayakan Teknis

Pengujian ini akan berlangsung hingga Jumat (9/8/2024) di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal memastikan hal itu kepada Kompas.com.

"Pekan ini kami menguji trem otonom tanpa rel bersama Penguji Perhubungan Darat, Otorita IKN (OIKN) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," ujar Risal.

Pengujian perdana ini mencakup uji statis atau pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan dan kemampuan kerja trem otonom dalam keadaan tidak bergerak, dan uji dinamis yang dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan dan kemampuan kerja trem otonom dalam keadaan bergerak.

Sementara uji kelayakan teknis bertujuan untuk memastikan kesesuaian teknologi dan infrastruktur trem otonom dengan lingkungan di IKN.

"Setelah lolos tiga pengujian tersebut, trem otonom tanpa rel akan diuji coba atau Proof of Concept (PoC) mulai tanggal 10 Agustus atau 11 Agustus 2024," kata Risal.

Hal senada dikatakan oleh Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi, bahwa PoC bisa dilaksakan jika hasil pengecekan train set oleh tim teknis Kementerian Perhubungan dinyatakan layak.

Selain itu, seluruh sarana prasarana penunjang trem otonom seperti jalan, halte,  depo sementara, dan stasiun pengisian daya di IKN telah siap.

"Pengujian yang dilakukan secara bersama oleh Kemenhub dan OIKN untuk memastikan bahwa trem otonom tanpa rel dapat layak beroperasi melakukan PoC dengan baik," cetus Ale, sapaan akrabnya. 

Dia menambahkan, trem otonom yang diuji coba merupakan hasil kerja sama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Norinco International Cooperation Ltd, dan OIKN pada Selasa (4/7/2024).

Trem otonom yang mencakup sekaligus tiga gerbong tersebut diturunkan dari kendaraan pengangkut dan ditempatkan di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat IKN pada Minggu (4/8/2024).

Tampak livery berwarna emas yang diadopsi dari pohon hayat sebagai logo IKN menjadi ornamen yang menghias tubuh kereta.

Terdapat pula sepasang persona perempuan dan laki-laki yang mengenakan baju adat tradisional dayak pada eksterior kereta yang didominasi warna silver dengan aksen garis biru.

Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital melanjutkan program PoC usai kesuksesan melaksanakan uji terbang Urban Air Mobility-Advanced Air Mobility (UAM-AAM) bersama Hyundai Motors Company, Senin (29/07/2024) di Bandara APT Pranoto, Samarinda.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/05/215101487/hari-perdana-kereta-otonom-tanpa-rel-ikn-jalani-uji-kelayakan-teknis

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com