Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Basuki Bantah Istana Garuda di IKN Seperti Peninggalan Kolonial

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam sambutannya pada pembukaan Pameran Bersama Arsip Kepresidenan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (8/8/2024).

Basuki bangga karena gedung-gedung pemerintahan di IKN dibangun sendiri oleh Pemerintah Indonesia, tak seperti Istana Merdeka dan Istana Bogor yang merupakan peninggalan kolonial.

Saat ini, Istana Garuda dan Istana Negara di IKN dinyatakan sudah siap untuk digunakan secara fungsional pada Upacara Kemerdekaan Indonesia ke-79 tanggal 17 Agustus 2024.

Basuki mengatakan, Istana Garuda sudah siap menjadi lokasi penyelenggaran Sidang Kabinet Paripurna di IKN.

"Untuk Istana Garuda sudah siap, ruangan untuk Sidang Kabinet Paripurna, listrik, air, air conditioner sudah siap termasuk ruang tidur beliau (Presiden Joko Widodo), mudah-mudahan nanti akan jadi nyenyak," lanjut Basuki.

Tak hanya Istana Garuda, Istana Negara juga sudah dinyatakan siap dan tengah dilengkapi dengan loose furniture.

"Hanya ada beberapa loose furniture yang baru datang hari ini, besok akan dipasang, tanggal 10 saya ke sana mengecek yang terakhir," cetusnya.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/08/160228587/basuki-bantah-istana-garuda-di-ikn-seperti-peninggalan-kolonial

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com