Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Puluhan Ribu Orang "Ticket War" IKN, Hanya 300 Lolos Per Hari

Masyakarat wajib melakukan registrasi dan reservasi tiket masuk dengan mengunduh aplikasi iKnow terlebih dahulu melalui gawai pintar masing-masing.

Kunjungan dibatasi hanya untuk 300 orang per hari. Hal ini demi menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, serta kebersihan selama masa kunjungan.

Tak mengherankan jika kemudian terjadi fenomena ticket war, saat puluhan ribu pengguna aplikasi iKnow harus memperebutkan 300 tiket yang disediakan per hari.

Hingga artikel ini tayang, trafik iKnow sangat padat sehingga memengaruhi akses pengguna yang ingin melakukan reservasi tiket.

Menurut Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) Mohammed Ali Berawi, Selasa (17/9/2024), aplikasi iKnow telah diunduh oleh 10.000 pengguna melalui PlayStore.

Sementara, kenaikan jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi yang dikembangkan sejak Oktober 2023 ini melalui AppStore sekitar 5.000 per hari.

Belum lagi selama proses registrasi yang tak berlangsung mulus. Pengguna kerap kali dihadapkan pada masalah ketidakcocokan atau unmatched antara identitas pengguna (username), dan kata kunci (password).

Kedua, bisa jadi ketika cocok, server mengalami beban berlebih, sehingga proses pencocokan dengan komputasi cukup berat, akan gagal.

Dengan adanya skala demikian tinggi, kesalahan (glitch) seperti ini sangat mungkin terjadi. Terlebih pada aplikasi baru yang sangat masif macam iKnow ini.

"Karena banyaknya masalah ketidakcocokan identitas dan kata kunci, kami menerapkan kebijakan mempercepat proses pengguna dengan melewatkan (skip) proses registrasi untuk bisa langsung menuju menu kunjungan Nusantara," terang Ale, sapaan akrabnya kepada Kompas.com, Selasa (17/9/2024).

Kebijakan mempercepat proses reservasi tiket ini tentu saja dengan tetap memperhatikan aspek pengamanan fraud dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kemudian untuk skalabilita dan stabilitas sistem, saat ini Kedeputian THD terus melakukan perbaikan-perbaikan dan optimalisasi sistem.

"Untuk itu, kami saat ini sedang melakukan optimalisasi sistem," tuntas Ale.

Dirilis sejak Februari 2024

Aplikasi iKnow Nusantara merupakan aplikasi resmi yang dikembangkan oleh Kedeputian THD OIKN yang menyediakan informasi terintegrasi dan layanan terkait IKN.

Aplikasi ini secara resmi dirilis di PlayStore dan AppStore pada Februari 2024, bertujuan untuk menjadi sumber informasi tepercaya bagi masyarakat, wisatawan, investor, dan semua pihak yang tertarik dengan perkembangan IKN.

Ale menuturkan, tujuan dibangunnya iKnow adalah untuk menyediakan informasi terbaru mengenai perkembangan pembangunan, fasilitas, dan layanan di IKN. 

Selain itu, juga mempermudah perencanaan kunjungan ke IKN melalui rekomendasi lokasi, peta, dan pemesanan tiket.

Fitur yang terdapat pada aplikasi ini salah satunya adalah Interaksi dan Partisipasi Publik. Ini merupakan kanal bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan pengelola IKN melalui pelaporan, pengaduan, dan chatbot.

Terdapat juga fitur Dukungan UMKM Lokal dengan tujuan mempromosikan tenant UMKM di IKN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara fitur iKnow Beta berisi rekomendasi lokasi untuk dikunjungi, dan daftar destinasi menarik di IKN, seperti taman, museum, pusat budaya, dan area rekreasi.

Setiap lokasi dilengkapi dengan deskripsi, foto, jam operasional, dan ulasan pengunjung untuk membantu perencanaan kunjungan.

Tak hanya itu, tersedia peta interaktif yang membantu pengguna menavigasi area IKN, menampilkan rute transportasi, lokasi fasilitas umum, tempat wisata, dan titik penting lainnya.

Fitur pelengkap lainnya adalah lokasi Wi-Fi bagi publik yang tersedia yang mencantumkan detail kecepatan internet dan petunjuk akses untuk memastikan konektivitas selama berada di IKN.

Informasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik juga disajikan. Terutama terkait informasi mengenai jenis konektor, kapasitas, dan status operasional stasiun pengisian.

Selain itu, terdapat informasi terkait kalender acara yang mencakup berbagai kegiatan di IKN, seperti festival budaya, pameran, seminar, dan kegiatan komunitas.

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/17/190000587/puluhan-ribu-orang-ticket-war-ikn-hanya-300-lolos-per-hari

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com