Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hingga September, Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 58,4 Triliun

Ini artinya, masih jauh dari target investasi 2024 yang ditetapkan sebesar Rp 100 triliun.

Untuk itu, Otorita IKN terus melakukan berbagai upaya dan menjalankan strategi paling efektif untuk mengundang para investor agar tertarik berinvestasi di IKN.

Salah satunya adalah dengan menggelar Nusantara Fun Run 2024 yang diikuti oleh 3.128 peserta dari seluruh Indonesia.

Plt Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pemerintah membuka segala sektor investasi untuk masuk, terutama logistik untuk mendorong keramaian.

"Masih banyak calon-calon investor yang akan masuk ke IKN. Mereka sudah mulai tertarik karena melihat perkembangan IKN. Di sini sudah ada dibuka ruang-ruang komersial," ungkap Basuki menjawab Kompas.com, Minggu (6/10/2024).

Sementara untuk groundbreakingke-9, Basuki memastikan, akan mengupayakannya di sela-sela kegiatan peresmian Pusat Pelatihan atau Training Center Timnas PSSI IKN dan gedung-gedung pemerintahan yang mendukung ekosistem perkantoran.

"Sekarang sedang difinalkan mana-mana saja yang sudah siap untuk di-groundbreaking," kata Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti mengungkapkan, hingga akhir September 2024 perkembangan pembangunan infrastruktur 53,5 persen.

"Angka itu untuk seluruh Batch 1, 2, dan 3. Tapi jika hanya Batch 1, perkembangannya sudah menembus angka lebih dari 93 persen," ujar Diana kepada Kompas.com, Minggu (6/10/2024).

Sementara gedung-gedung pemerintahan yang mendukung ekosistem perkantoran, seperti gedung Kementerian Koordinator (Kemenko), rata-rata sudah di angka lebih dari 90 persen.

"Ada pun yang sudah diresmikan yakni Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa. Alhamdullilah kita sudah bisa menikmati dari seluruh kawasan di depan Istana Negara dan Istana Garuda," cetus Diana.

Peresmian Istana

Menurut Diana, Istana Negara dan Istana Garuda akan diresmikan tanggal 11 Oktober 2024.

Selain Istana Garuda dan Istana Negara, dalam waktu dekat sejumlah infrastruktur dasar lainnya juga akan segera diresmikan.

Seperti Gedung Kemenko, Instalasi Air Minum, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan Gedung Kemensetneg yang saat ini sudah mencapai perkembangan 92 persen.

"Nanti setelah tanggal 11 Oktober akan ada peresmian lagi, dan juga groundbreaking ke-9," imbuh Diana.

Groundbreaking ke-9 dengan pendanaan APBN meliputi sekolah, pasar, masjid, dan puskesmas kawasan IKN.

Diana menyebutkan, porsi anggaran untuk membangun dan menyelesaikan infrastruktur IKN di sektor Cipta Karya tahun 2025 tak jauh beda dengan tahun 2024, yakni sekitar 40 persen dari pagu.

https://ikn.kompas.com/read/2024/10/07/120000687/hingga-september-investasi-swasta-di-ikn-tembus-rp-584-triliun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com