Termasuk Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif yang sebelumnya menjadi satu nomenklatur.
Dalam merespons nomenklatur baru ini, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan Ratih Kusuma mengungkapkan, DPOP mengakomodasi tiga kementerian berbeda, yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
"Dalam rangka harmonisasi dan mendukung percepatan pembangunan, kami akan menambah Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam satu dinas di DPOP. Lainnya adalah Bidang Pariwisata, Bidang Olahraga, dan Bidang Pariwisata. Semua harus dikuatkan," ujar Ratih menjawab Kompas.com, Senin (21/10/2024).
Menurut Ratih, dengan menangani empat bidang ini, DPOP diharapkan dapat naik kelas, dan berlari kencang untuk mempercepat terwujudnya program-program yang sudah berjalan.
Balikpapan sendiri telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif dan sedang bersiap untuk meraih status Kota Kreatif UNESCO.
Dengan kondisi ini, Ratih memastikan akan terus memperjuangkan terciptanya pattern of tourism bersama antara Bali, Balikpapan, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Otorita IKN, dan Kepala DPOP Bali. Bali digandeng karena mampu mendatangkan turis 100.000 per hari. Dari total itu, 10.000 turis saja yang bisa dibawa ke Balikpapan akan sangat signifikan pengaruhnya," terang Ratih.
Untuk merealisasikan kerja sama ini, DPOP Balikpapan telah menyiapkan sejumlah program destinasi wisata, yakni Susur Teluk Balikpapan dengan Kapal Pinisi, Wisata Mangrove, Hutan Lindung Sungai Wain, Glamping Forest City IKN, dan lain-lain.
"Dalam menyiapkan destinasi yang ada, kami harus proaktif," tuntas Ratih.
https://ikn.kompas.com/read/2024/10/22/135155687/respons-kabinet-merah-putih-dpop-balikpapan-bentuk-bidang-baru