Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Sepopuler Bali, Kepulauan Derawan Kaltim Perlu Dilengkapi 3A+2P

Salah satu obyek wisata terkenal di Kaltim adalah Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau.

Kendati tidak kalah indah dengan Bali, Lombok, ataupun Labuan Bajo, namun popularitas Kepulauan Derawan masih kalah jauh dibanding ketiga destinasi wisata itu.

Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan dari atraksi, amenitas, aksesibilitas, plus pelaku wisata, dan promosi (3A+2P) dalam pengembangan pariwisata Kaltim.

Dari sisi aksesibilitas, beberapa tantangan perlu mendapatkan perhatian ekstra. Sebut saja lokasi yang relatif sulit dijangkau, kualitas infrastruktur konektivitas yang masih perlu dioptimalkan.

Selain itu, terdapat keterbatasan sarana prasarana transportasi di lokasi obyek wisata yang membuat tingkat kunjungan tidak optimal.

Sementara dari sisi amenitas, jumlah akomodasi atau penginapan berstandar internasional di sekitar lokasi obek wisata juga relatif terbatas.

Sedangkan dari sisi pelaku wisata, Kaltim masih dihadapkan oleh minimnya jumlah sekolah vokasi pariwisata. Dengan demikian, sumber daya manusia (SDM) pariwisata pun terbatas jumlahnya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim Budi Widihartanto menuturkan, untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi sejumlah tantangan di atas, BI sejatinya telah melakukan beberapa upaya.

"Antara lain pembuatan cetak biru atau blueprint pariwisata Kaltim yang terintegrasi dan berkelanjutan," ungkap Budi kepada Kompas.com, Rabu (11/12/2024).

Cetak biru ini mencakup kapasitas SDM, ketersediaan dan kesiapan infrastruktur, serta transportasi yang terjangkau dengan waktu tempuh relatif singkat.

Kemudian alokasi APBD sesuai tahapan dalam cetak biru, pengembangan UMKM rantai pasok baik kuliner, kriya, wastra, pokdarwis, serta pusat pengembangan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut, dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata tersebut, BI Kaltim memiliki program pengembangan UMKM dan Pokdarwis.

Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan UMKM wastra dan kriya, bantuan sarana pendukung pariwisata, dan menggelar forum dan rekomendasi pengembangan pariwisata Kaltim.

"Selain itu, kami juga memberikan fasilitas, pendampingan, dan capacity building kepada Pokdarwis, serta pengembangan makanan khas daerah pendukung pariwisata," tuntas Budi.

https://ikn.kompas.com/read/2024/12/12/070000887/tak-sepopuler-bali-kepulauan-derawan-kaltim-perlu-dilengkapi-3a-2p

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com