Pendapat tersebut ia sampaikan karena melihat tidak terdapat sistem pertahanan keamanan yang memadai untuk melindungi IKN.
“Saya tidak melihat satu kajian pertahanan cukup di IKN,” ungkap Ichsanuddin dalam sebuah talkshow, Selasa (11/2/2025).
Menurutnya, ketika berbicara soal pertanyaan kajian pertahanan, maka terdapat 4 hal yang menjadi perhatian, yakni kesiapan intelijen, pertahanan keamanan, bagaimana cara menghadapi Hybrid War dan serangan cyber.
“Nah kalau melihat itu, saya menemukan bahwa IKN sama sekali tidak siap untuk itu. Sebuah negara akan mudah tertundukkan jika ibu kotanya tertundukkan. IKN ini mudah dijangkau dengan rudal ICBM, rudal hipersonik. Kemudian mudah dijangkau dari Laut Cina Selatan,” jelas Ichsanuddin.
Ichsanuddin menilai kondisi IKN sangat jauh dari ideal jika dibandingkan dengan Jakarta yang sudah terlindungi dari sisi pertahanan keamanan.
“Jadi kalau ketika dibilang Jakarta sudah tidak punya kapasitas lagi sebagai ibu kota itu namanya gagal dalam berpikir,” tegasnya.
Ia bahkan mempertanyakan dokumen feasibility yang dikaji sebelum membangun IKN apakah memang benar-benar akademis atau hanya berdasarkan kebutuhan politis semata.
https://ikn.kompas.com/read/2025/02/12/143308587/dari-segi-pertahanan-keamanan-ikn-dinilai-tak-siap-jadi-ibu-kota