Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tiap Hari, ASN Otorita IKN Naik Bus Listrik ke Kantor

Dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Jakarta pada Selasa, 22 April 2025, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, memaparkan kesiapan infrastruktur IKN untuk menyambut kehadiran ASN.

Salah satu wujud nyata dari kesiapan ini adalah penggunaan bus listrik sebagai moda transportasi harian bagi pegawai Otorita IKN, yang telah beroperasi penuh sejak awal Maret 2025.

Sejak Maret 2025, seluruh pegawai Otorita IKN telah bekerja secara penuh di IKN dan diwajibkan menggunakan bus listrik sebagai moda transportasi harian.

"Pegawai kami menempati kompleks hunian ASN 1 dan menggunakan feeder bus listrik untuk berangkat ke kantor. Waktu tempuh hanya kurang dari 10 menit untuk jarak sekitar 3 kilometer,” ungkap Bimo.

Armada bus listrik perkotaan ini mulai beroperasi sejak September 2024, melayani kunjungan masyarakat dan antar-jemput pegawai dengan 10 unit armada yang melintasi empat rute.

Penggunaan bus listrik ini tidak hanya mendukung efisiensi transportasi, tetapi juga sejalan dengan visi IKN sebagai kota hijau yang ramah lingkungan.

Ekosistem Terintegrasi untuk ASN

Bimo menjelaskan, IKN dirancang sebagai kawasan yang mendukung aktivitas pemerintahan dan ekonomi secara holistik.

Untuk itu, Otorita IKN memprioritaskan pembangunan ekosistem penunjang, meliputi perkantoran, hunian, transportasi, serta sarana dan prasarana sosial.

“Kawasan IKN harus menjadi ekosistem yang terintegrasi, sehingga semua kebutuhan ASN yang pindah ke sini dapat terpenuhi,” imbuh Bimo.

Di Kawasan Istana Kepresidenan, pembangunan Istana Negara, Istana Garuda, lapangan upacara, dan Sekretariat Presiden telah fungsional, lengkap dengan bangunan pendukungnya.

Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) yang menjadi pusat kerja ASN mampu menampung hingga 9.465 pegawai, dengan target penyelesaian seluruh infrastruktur perkantoran pada Juni 2025.

“Progres di Kawasan Istana, Kemenko, dan Kemensesneg, beserta ekosistemnya, akan selesai pada Juni 2025,” tambah Bimo.

Kesiapan hunian juga menjadi salah satu fokus utama Otorita IKN. Saat ini, telah tersedia 36 unit Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), 17 tower hunian ASN, 5 tower hunian Paspampres, 2 tower hunian Polri, dan 2 tower hunian BIN yang telah fungsional.

“Total 47 tower yang sudah selesai dapat menampung sekitar 8.410 pegawai. Ke depan, hingga 2028, kami akan bangun 30 tower tambahan untuk 5.400 pegawai, sehingga total kapasitas hunian mencapai 13.810 pegawai,” jelas Bimo.

Sementara itu, untuk mendukung kehidupan sehari-hari, IKN telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti minimarket, restoran, ATM, vending machine, dan kantor pos yang tersebar di kawasan perkantoran dan hunian.

Sistem penyediaan air bersih juga telah siap, dengan sumber dari Bendungan Sepaku Semoi, Intake Sungai Sepaku, 21 embung, dan 4 kolam retensi.

Infrastruktur air minum meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 300 liter per detik, reservoir induk dengan kapasitas 2 x 6.000 m³, serta jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang puluhan kilometer.

Fasilitas sosial lainnya juga telah tersedia. Di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), terdapat rumah sakit seperti RS Hermina, RS Mayapada, dan RS UPT Kementerian Kesehatan, ditambah dua rumah sakit dan tujuh puskesmas di sekitar KIPP.

Untuk pendidikan, tersedia dua sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama, sementara fasilitas peribadatan mencakup lima lokasi masjid yang fungsional.

Otorita IKN optimistis bahwa proses pemindahan ASN akan berjalan lancar sesuai rencana. Dengan infrastruktur yang terus disempurnakan dan ekosistem yang terintegrasi, IKN siap menjadi lingkungan kerja dan hunian yang nyaman bagi ASN.

“Kami berkomitmen untuk mendukung seluruh proses pemindahan ASN secara lancar dan berkelanjutan,” tegas Bimo.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/25/122721487/tiap-hari-asn-otorita-ikn-naik-bus-listrik-ke-kantor

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com