Seiring dengan selesainya pembangunan fisik, fokus kini beralih pada kualitas dan keberlanjutan infrastruktur yang telah terbangun.
Otorita IKN memastikan bahwa seluruh gedung dan fasilitas yang ada telah memenuhi standar tinggi, khususnya dalam penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC).
Komitmen ini tidak hanya menjamin kualitas, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi operasional IKN di masa mendatang.
Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa kualitas infrastruktur yang berdiri saat ini sudah sangat memadai.
Jaminan kualitas ini, menurut Danis, adalah hasil dari pengawasan ketat oleh tim supervisi dan manajemen konstruksi sepanjang proses pembangunan.
"Tim ini bertugas memastikan bahwa seluruh infrastruktur dibangun sesuai standar yang ditetapkan," ujar Danis kepada Kompas.com.
Dengan tuntasnya tahap pembangunan, IKN kini memasuki fase pengelolaan dan pemeliharaan aset.
Proses ini diperkirakan membutuhkan anggaran yang signifikan, yakni antara Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar pada tahun ini.
Angka ini mencerminkan skala dan kompleksitas aset yang harus dijaga agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Memahami BGH dan BGC
Gedung-gedung di IKN tidak hanya dirancang secara fungsional, tetapi juga mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan teknologi mutakhir melalui konsep BGH dan BGC.
Penerapan kedua konsep ini merupakan bentuk komitmen IKN terhadap pembangunan yang ramah lingkungan dan berteknologi tinggi, selaras dengan ketentuan yang digariskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
1. Bangunan Gedung Hijau (BGH)
BGH adalah konsep pembangunan yang menitikberatkan pada efisiensi sumber daya dan minimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, operasional, hingga pembongkaran.
Aspek-aspek utama BGH meliputi:
BGH di IKN dirancang untuk memastikan bahwa gedung-gedung beroperasi dengan dampak ekologis minimal, mendukung visi IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan.
2. Bangunan Gedung Cerdas (BGC)
BGC adalah konsep bangunan yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengoptimalkan kinerja operasional gedung, meningkatkan kenyamanan penghuni, dan efisiensi pengelolaan.
Fitur-fitur utama BGC meliputi:
Penerapan BGC di IKN memastikan bahwa gedung-gedung tidak hanya efisien, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan penghuni dan lingkungan sekitarnya, sejalan dengan visi IKN sebagai "kota cerdas."
Proses Serah Terima dan Pengelolaan Aset Multisektor
Setelah pembangunan selesai, setiap gedung di IKN menjalani proses ketat yang disebut Provisional Hand Over (PHO), yaitu serah terima sementara dari kontraktor kepada Otorita IKN.
Tahap ini memastikan semua spesifikasi dan kualitas telah terpenuhi. Setelah itu, aset-aset ini secara resmi diserahkan kepada Otorita IKN melalui Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO), yang menandai dimulainya fase pengelolaan penuh.
Pengelolaan aset-aset yang telah terbangun pada Tahap I ini dibagi berdasarkan jenis infrastrukturnya, dengan masing-masing Project Officer dari Otorita IKN yang bertanggung jawab.
Danis menambahkan, "Evaluasi dan monitoring rutin juga dilakukan dengan bantuan pihak ketiga penyedia jasa, untuk memastikan operasional berjalan efisien dan optimal."
Jenis-jenis infrastruktur yang kini dalam tahap pengelolaan meliputi:
https://ikn.kompas.com/read/2025/07/06/183444487/bukan-gedung-biasa-bangunan-di-ikn-harus-penuhi-standar-hijau-cerdas