Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kota Hutan Jadi Lab Hidup, Ini yang Bikin Akademisi Thailand Sambangi IKN

Kali ini bukan karena pembangunan fisik, melainkan karena perannya sebagai tuan rumah forum internasional bergengsi, The 16th Council of University Presidents of Thailand (CUPT)-Conference of Rectors of Indonesian State Universities (CRISU) High Level Meeting.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 rektor, dekan, dan akademisi dari 65 universitas Indonesia dan Thailand.

Tema forum tahun ini dianggap sangat relevan dengan isu global: “Collaborative Innovation for Impact: Strengthening Food Security and Industrial Downstreaming Through Higher Education Partnerships”.

Intinya, forum ini membahas bagaimana pendidikan tinggi bisa menjadi solusi untuk ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan pembangunan kota berkelanjutan.

Ketua CUPT Wilert Puriwat mengakui bahwa IKN memberikan inspirasi besar. Ia menyebut IKN sebagai role model global, terutama dalam konsep forest city atau kota hutan.

Menurutnya, cita-cita dan langkah-langkah yang diambil IKN dapat dipelajari dan dikembangkan melalui kolaborasi akademis. Ini menegaskan bahwa visi IKN bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memperkuat gagasan ini dengan menyebut IKN sebagai living laboratory atau laboratorium hidup.

Ini adalah tempat di mana ide-ide dan konsep baru dapat diuji coba, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan hilirisasi industri.

"Dengan pendidikan sebagai prioritas utama Presiden, IKN diharapkan menjadi pusat penggerak ekonomi berbasis pengetahuan," ujar Basuki, Senin (25/8/2025).

Kolaborasi Lintas Negara dan Generasi

Sebagai bukti nyata komitmen ini, forum CUPT-CRISU diakhiri dengan penandatanganan MoU antara universitas Indonesia dan Thailand.

Kesepakatan ini membuka pintu bagi kerja sama riset, pertukaran pelajar, dan program kolaborasi lainnya yang akan mempercepat pembangunan berkelanjutan di kedua negara.

Kehadiran para akademisi dari dua negara ini menegaskan posisi IKN sebagai World Class City for All.

Ini menunjukkan bahwa IKN dibangun tidak hanya untuk Indonesia, tapi sebagai simbol kolaborasi global.

IKN adalah ruang terbuka tempat ide, inovasi, dan kerja sama bertemu untuk membentuk masa depan yang lebih baik.

Dengan forum ini, IKN tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun fondasi pengetahuan dan jejaring internasional yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan IKN bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga mercusuar ilmu pengetahuan dan kolaborasi global.

https://ikn.kompas.com/read/2025/08/25/235907487/kota-hutan-jadi-lab-hidup-ini-yang-bikin-akademisi-thailand-sambangi-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com