Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kapan Bandara Internasional Nusantara IKN Resmi Dibuka untuk Umum?

Langkah ini diambil untuk memperluas fungsi operasional bandara agar dapat melayani penerbangan komersial secara lebih luas, melampaui fungsi awalnya yang bersifat terbatas.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengonfirmasi bahwa proses administrasi tersebut kini berada di tingkat pemerintah pusat.

Pengajuan ini penting untuk menentukan legalitas operasional bandara sebagai infrastruktur transportasi publik di ibu kota baru.

"Belum [diteken]. Tapi draf Peraturan Presiden (Perpresnya) sudah diajukan oleh OIKN kepada Presiden melalui Setneg," ujar Imam kepada Kompas.com, Senin (27/4/2026).

Spesifikasi Teknis

Bandara Internasional Nusantara dirancang dengan spesifikasi teknis tinggi guna mengakomodasi pesawat berbadan lebar (wide body).

Secara teknis, bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter.

Luas terminal mencapai 7.350 meter persegi yang mampu melayani kapasitas penumpang dalam skala besar di tahap awal operasionalnya.

Rinciannya, Terminal VVIP memiliki luas 2.350 meter persegi, sementara Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi dengan kapasitas 420 penumpang per jam atau 1,6 juta penumpang per tahun.

Infrastruktur ini mengusung konsep desain yang mengadopsi kearifan lokal Kalimantan, namun tetap mengedepankan teknologi modern dan prinsip keberlanjutan.

Estetika bangunan terminal dirancang selaras dengan visi IKN sebagai kota hutan cerdas (smart forest city), menggunakan material yang efisien terhadap energi dan sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi.

Pendaratan Pertama

Momentum penting dalam sejarah pembangunan bandara ini terjadi pada September 2024, saat pesawat kepresidenan RJ-85 berhasil melakukan pendaratan pertama secara mulus.

Keberhasilan uji coba tersebut membuktikan kesiapan teknis fasilitas pendaratan, sistem navigasi, serta keamanan landasan.

Perubahan status menjadi bandara umum melalui Perpres yang sedang diajukan akan membuka aksesibilitas domestik maupun internasional secara langsung ke IKN.

Selain mendukung mobilitas pejabat negara dan tamu diplomatik, bandara ini diproyeksikan menjadi pusat konektivitas udara yang akan menggerakkan roda ekonomi di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya.

Pemerintah menargetkan operasional penuh bandara ini dapat segera terlaksana setelah payung hukum disahkan.

Dengan kapasitas teknis yang mampu menampung pesawat jenis Boeing 777-300ER atau Airbus A330, Bandara Internasional Nusantara diposisikan sebagai gerbang utama bagi investasi dan pariwisata di masa depan Nusantara.

https://ikn.kompas.com/read/2026/04/28/063709187/kapan-bandara-internasional-nusantara-ikn-resmi-dibuka-untuk-umum

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com