Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Berlibur ke IKN Bisa Tanam Pohon Endemik

Bibit tersebut disediakan dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) IKN yang berlangsung pada 15-17 Mei 2026.

Kegiatan itu digelar sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya cinta lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan konsep kota hutan di IKN.

Bibit yang disiapkan mayoritas merupakan spesies endemik Kalimantan, antara lain balangeran, kapur, tengkawang, meranti, dan nyatoh.

Program tersebut dibuka untuk umum dan dapat diikuti individu, keluarga, maupun rombongan yang berkunjung ke kawasan IKN.

Upaya Pulihkan Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, mengatakan kegiatan penanaman pohon menjadi salah satu langkah untuk mengembalikan fungsi ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan di kawasan IKN.

"Kita semua tahu bahwa IKN adalah kota hutan. Artinya, kota ini dibangun dalam ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan. Saya garis bawahi, hutan hujan tropis Kalimantan, karena dahulu kawasan ini memang merupakan ekosistem tersebut," kata Myrna, dikutip Sabtu (16/05/2026).

Menurut dia, konsep kota hutan tidak hanya dibangun dan dipelihara pemerintah maupun Otorita IKN, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, Otorita IKN membuka ruang partisipasi bagi pengunjung untuk ikut melakukan penanaman di area yang telah disediakan.

Masyarakat diharapkan tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penghijauan dan pemulihan ekosistem di Nusantara.

Istana Negara Dibuka untuk Pengunjung

Selain mengikuti kegiatan penanaman pohon, masyarakat juga dapat mengunjungi area Istana Negara dan kawasan glamping IKN selama periode libur panjang yang berlangsung pada 14-17 Mei 2026.

Kedua lokasi tersebut dibuka untuk umum hingga pukul 17.00 WITA setiap hari.

Otorita IKN mengimbau pengunjung mengenakan pakaian rapi dan sopan, seperti celana panjang, baju berkerah, dan sepatu.

Pengunjung juga tidak diperkenankan menerbangkan drone, membawa hewan peliharaan, merokok, membawa senjata tajam, maupun melakukan tindakan yang melanggar norma dan ketertiban umum.

Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke IKN terpantau tinggi sejak hari pertama libur panjang.

"Masyarakat dari berbagai kota, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sangat menikmati pemandangan, sajian makanan dan minuman, hiburan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup di IKN," ujar Troy.

https://ikn.kompas.com/read/2026/05/16/100331087/berlibur-ke-ikn-bisa-tanam-pohon-endemik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com