Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Otorita Gandeng Empat Kampus, IKN Jadi Laboratorium Hidup

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggandeng empat perguruan tinggi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia.

Empat perguruan tinggi yang menjalin kerja sama tersebut yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kerja sama itu mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pemanfaatan IKN sebagai laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan, pembangunan IKN membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta masa depan dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

"Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi perguruan tinggi, khususnya fakultas-fakultas teknik dan bidang ilmu lainnya, untuk terlibat langsung dalam pembangunan IKN. Nusantara dapat menjadi tempat belajar yang nyata bagi mahasiswa sekaligus ruang kolaborasi dalam pengembangan berbagai solusi pembangunan," ujar Bimo dalam acara penandatanganan MoU dilakukan di Kantor Otorita IKN, Selasa (9/6/2026), dikutip dari keterangan resmi.

Kerja sama ini juga sejalan dengan amanat Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Peta Jalan Pendidikan Ibu Kota Nusantara 2025-2045.

Dalam regulasi tersebut, perguruan tinggi didorong memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), guna mendorong inovasi, meningkatkan daya saing nasional, serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia.

Penguatan SDM Lokal Jadi Fokus

Bimo menambahkan, pembangunan IKN juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiapkan SDM lokal agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang seiring pembangunan dan operasional IKN.

"Kami ingin masyarakat sekitar menjadi bagian dari transformasi Nusantara. Karena itu, penguatan kapasitas SDM lokal menjadi salah satu fokus penting yang terus kami dorong bersama berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi," ujarnya.

Tempat Belajar Nyata Mahasiswa

Menurut Bimo, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi juga diwujudkan melalui partisipasi langsung dalam proses pembangunan di IKN.

Ia menyebut Nusantara dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di lapangan, sekaligus menjadi wadah kolaborasi dalam menghasilkan berbagai solusi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Rektor UNS Hartono menilai kerja sama antara perguruan tinggi dan Otorita IKN merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi akademik dalam pembangunan nasional.

"Ruang lingkup kerja sama tersebut akan mempertemukan perguruan tinggi dan pembangunan nasional dalam menghadirkan solusi berbasis riset," kata Hartono.

Sementara itu, Rektor ULM Ahmad menyambut baik kerja sama tersebut.

Ia mengatakan, kolaborasi antara IKN dan perguruan tinggi ke depan dapat diwujudkan melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari kegiatan riset, belajar mengajar, praktik kerja lapangan atau magang, hingga pengabdian kepada masyarakat.

"Ke depan akan terlaksana kolaborasi antara IKN dan perguruan tinggi terutama dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi kegiatan riset, belajar mengajar, praktik kerja lapangan atau magang, serta pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan kontribusi terbaik bagi IKN sebagai pusat peradaban bangsa di masa depan," ujarnya.

https://ikn.kompas.com/read/2026/06/10/191544787/otorita-gandeng-empat-kampus-ikn-jadi-laboratorium-hidup

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com