Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pembangunan Tahap II IKN Dikebut, 16 Paket Siap Lelang

Langkah ini merujuk pada amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Guna memastikan ketepatan sasaran, evaluasi rutin digelar bersama para investor, kementerian, dan penyedia jasa konstruksi di Multifunction Hall, Gedung Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa (14/7/2026).

Pembangunan IKN berjalan melalui tiga skema pembiayaan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta.

Saat ini Otorita IKN tengah mempersiapkan lelang atas 16 paket pekerjaan dari total 40 paket pekerjaan fisik yang dikelola.

Selain itu, tercatat sejumlah 9 paket selesai pada 2025, dan 15 paket lainnya sedang dalam tahap konstruksi.

Proyek konstruksi yang berjalan meliputi gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga infrastruktur perpipaan air minum untuk kebutuhan dasar perkotaan.

Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket, dengan 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses pengerjaan, seperti Jalan Tol IKN dan Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket, dengan 11 paket selesai dan 1 paket rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah sedang dibangun.

Investasi swasta turut berkontribusi melalui 67 Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sebanyak 9 proyek telah selesai, sementara 6 proyek lainnya sedang dalam konstruksi, yakni Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, apartemen dari PT Star Bright International Investment, kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, serta apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Skema KPBU mencakup 13 proyek prakarsa, terdiri dari 7 sektor hunian dan 6 sektor jalan. Agenda terdekat adalah pembangunan 108 unit rumah tapak oleh PT Intiland Development Tbk dan 8 menara rumah susun oleh PT Nindya Karya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kecepatan pembangunan wajib dibarengi dengan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

"K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujar Basuki, dikutip Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Forum tersebut menjadi wadah penyelarasan isu strategis dan kendala lapangan untuk memastikan seluruh proyek, baik yang didanai APBN maupun swasta, tetap berjalan dalam koridor mutu dan waktu yang ditentukan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/07/18/230752287/pembangunan-tahap-ii-ikn-dikebut-16-paket-siap-lelang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar