Hingga kini, progres pengerjaan fisik ruas tol tersebut telah mencapai 34,5 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juli 2028.
Kehadiran ruas tol ini diproyeksikan bakal memperkuat konektivitas dari pintu masuk udara Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pembangunan jaringan jalan ini juga sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
Dalam proyek ini, lingkup pekerjaan WIKA mencakup pembangunan jalan utama (main road) sepanjang 3.266 meter, termasuk jalan layang (viaduct) sepanjang 1.545 meter.
Selain itu, WIKA juga membangun jalan penghubung persimpangan (ramp) sepanjang sekitar 8 kilometer, empat jembatan penyeberangan (overpass) dengan total panjang 340 meter, serta satu struktur jembatan sepanjang 87 meter.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa pengerjaan Tol Sepinggan Paket 1B menjadi bagian strategis perusahaan dalam mendukung ketersediaan infrastruktur menuju IKN.
"Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan di lapangan agar proyek ini dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ngatemin.
Progres 5 Segmen Utama
Dari total 15 segmen konstruksi yang ditangani, WIKA telah menyelesaikan 5 segmen secara penuh.
Sejumlah pekerjaan fisik kini telah mendekati tahap akhir, antara lain pembangunan overpass pertama yang mencapai 97,6 persen, Ramp 3 dan Ramp 4 sebesar 97,1 persen, serta Ramp 1 dan Ramp 2 yang menyentuh 94,9 persen.
Pekerjaan penanganan lereng pada awal jalan utama serta perkerasan beton di area Ramp 4 juga telah selesai 100 persen.
Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di Tol Balikpapan–Samarinda yang tetap beroperasi di bawahnya, WIKA menggunakan metode pengerjaan jembatan khusus tanpa perancah bawah (shoring-less). Langkah ini diambil untuk meminimalkan gangguan bagi para pengguna jalan tol aktif.
Di samping itu, efektivitas pengerjaan didukung penggunaan teknologi penyiraman beton otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjaga kelembapan serta mutu struktur beton agar terhindar dari risiko retak.
Pengawasan akses keluar-masuk pekerja di area proyek juga diperketat melalui penerapan One Gate System.
Proyek konstruksi ini melibatkan 568 tenaga kerja dengan catatan akumulasi mencapai 2.070.376 jam kerja.
WIKA menerapkan standar sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta lingkungan berbasis ISO 45001:2018 dan ISO 14001:2015 untuk memastikan kualitas pengerjaan tetap aman dan ramah lingkungan.
https://ikn.kompas.com/read/2026/10/13/224947187/percepat-akses-menuju-ikn-tol-sepinggan-paket-1b-tempus-345-persen