Forum tahunan hasil kolaborasi Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini berhasil mengamankan nilai Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) dengan total potensi investasi menembus angka Rp 54,62 triliun.
Berdasarkan data dari BI, komitmen tersebut terbagi ke dalam dua skema utama. Pertama, sebanyak empat MoU resmi ditandatangani dengan nilai mencapai Rp 32,7 triliun.
Kedua, terdapat 30 LoI yang datang dari 11 proyek strategis dengan taksiran nilai investasi sebesar Rp 21,92 triliun.
Kepala BI Perwakilan Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan, dari seluruh portofolio yang masuk, proyek gasifikasi batu bara di Sangatta, Kutai Timur, mencatatkan angka komitmen terbesar, yakni mencapai Rp 29 triliun.
"Sementara itu, dari sisi minat para pemodal, sektor kawasan industri (Industrial Estate) menjadi yang paling digandrungi investor dengan menyumbang 9 LoI," ujar Robi kepada Kompas.com, Jumat (23/10/2026).
Dominasi proyek berbasis komoditas dan industri ini mengindikasikan bahwa Kalimantan Timur masih mengandalkan sektor batu bara sebagai penopang utama perekonomian, meski porsinya secara perlahan mulai ditransisikan menuju hilirisasi dan diversifikasi ekonomi non-tambang.
Robi juga mengatakan, meski melambat di bawah angka Nasional, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur masih positif hingga akhir 2026.
Karpet merah perizinan di IKN
Sementara itu, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menegaskan bahwa MIF 2026 dirancang sebagai wadah konkret untuk memangkas hambatan investasi sekaligus mempercepat transformasi ekonomi kawasan.
Di hadapan para delegasi nasional maupun internasional di KIPP Nusantara, Otorita IKN memaparkan sejumlah insentif strategis, seperti tax holiday, super tax deduction, hingga kemudahan perizinan satu pintu melalui platform digital INVESTARA.
"Hari ini kita berdiskusi langkah nyata berinvestasi di IKN. Ini adalah komitmen kami untuk mendengarkan solusi sekaligus hambatan di setiap langkah investasi. Pembangunan Nusantara adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan swasta," ujar Roi.
Kemudahan proses perizinan ini diakui langsung oleh para investor pelopor yang telah lebih dulu beroperasi di IKN.
Direktur Mayapada Hospital Nusantara, dr. Farah Alkatiri, mengungkapkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun, sejak groundbreaking pada November 2023 hingga resmi beroperasi pada Oktober 2024, karena efisiensi layanan perizinan gedung dari Otorita IKN.
Lirik peluang pertanian hingga green city
Daya tarik MIF 2026 juga memikat perwakilan diplomatik dari berbagai negara sahabat, seperti Belarus, Bangladesh, Spanyol, Filipina, Hong Kong, dan Tunisia.
Duta Besar Belarusia untuk Indonesia, H.E. Dr. Raman Ramanouski, menyatakan ketertarikannya untuk memperluas ekspansi bisnis di Kalimantan Timur, khususnya pada sektor rantai pasok pupuk potasium untuk menunjang pertanian daerah.
Di sisi lain, Duta Besar Bangladesh, H.E. Mr. Md. Abul Hasan Mridha, menyoroti pesatnya pembangunan IKN berbasis green city sebagai acuan kolaborasi pertukaran teknologi pembangunan tata kota berkelanjutan.
Rangkaian MIF 2026 yang dimulai dari Samarinda hingga berlanjut ke kawasan inti IKN ini menjadi sinyal kuat bahwa integrasi ekonomi antara wilayah penyangga Kalimantan Timur dan IKN kian solid.
Tingginya komitmen investasi yang masuk diharapkan segera terealisasi untuk menopang pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
https://ikn.kompas.com/read/2026/10/23/180334787/mahakam-investment-forum-2026-jaring-komitmen-investasi-rp-546-triliun-di-kaltim