Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandiaga Makan Durian Pertama di Rumah Jabatan Menteri Basuki di IKN

Kompas.com, 1 Mei 2024, 06:05 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ada yang menarik dalam kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (30/4/2024).

Sandiaga menikmati buah durian di RTJM yang kelak menjadi kediaman Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Persil 105, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). 

Baca juga: Sandiaga Pastikan Hotel Nusantara dan Qubika Siap Digunakan Saat HUT ke-79 RI

Menurutnya, ini merupakan buah durian pertama yang dikudapnya di IKN pasca Jakarta tak lagi jadi ibu kota negara setelah Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) resmi ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 25 April 2024.

"Makan duren di rumahnya Pak Basuki, ini kunjungan pertama setelah DKJ ya," ujar Sandiaga.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meninjau Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Itu Kota Nusantara (IKN), Selasa (30/4/2024) ditemani Deputi Bidang Investasi OIKN Agung Wicaksono.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meninjau Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Itu Kota Nusantara (IKN), Selasa (30/4/2024) ditemani Deputi Bidang Investasi OIKN Agung Wicaksono.
Dia menilai, desain dan layout RTJM bagus, compact, tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil, fungsional, pas, dan mengusung konsep smart home.

Hal ini terlihat dari teknologi smart home yang dapat mengatur operasionalisasi RTJM sehari-hari mulai dari pengaturan suhu udara, pencahayaan, curtain, panic button, dan lain-lain.

Baca juga: Kemenparekraf Hadirkan 300-400 UMKM Sambut HUT Ke-79 RI di IKN

Bahkan, kata Sandiaga, pembangunan RTJM mengacu pada konsep pembangunan berkelanjutan yang ditandai dengan penggunaan energi ramah lingkungan, bukaan yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam rumah, dan teknologi air yang dapat mencegah penggunaan eksesif.

Menurutnya IKN dibangun dengan rancangan smart forest city yang memungkinkan pola hidup  kekinian, memudahkan penghuninya melakukan mobilitas dari satu poin ke poin lain hanya dengan berjalan kaki.

"Ini gaya hidup sehat. Satu saat saya akan membuat event lari di sini," cetus Sandiaga.

Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Ditanya soal kesiapannya untuk pindah ke IKN, Sandiaga menjawab diplomatis. 

"Saya siap kapan saja, karena telah direncanakan diatur oleh Tim Sekretariat Negara (Setneg). Kami prinsipnya sangat mendukung (tinggal di IKN), terutama (ingin membangun) perekonomian kreatif di IKN," tutur Sandiaga.

Sandiaga sendiri, menurut Kepala BPPW Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra akan menempati RTJM di Persil 104.

"Iya, Mas Menteri akan menempati rumah di Persil 104," imbuhnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan 36 unit RTJM sudah mencapai 88 persen. Lima unit di antaranya sudah tuntas konstruksinya.

Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN menargetkan seluruh unit RTJM dengan luas masing-masing 720/1.200 meter persegi, selesai pembangunannya pada Juli 2024.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau