Penulis
Ketika ada jaringan dan perangkat yang perlu diperbaiki atau diganti, para teknisi hanya perlu masuk ke dalam MUT untuk melakukan perbaikan.
Dengan demikian, pekerjaan galian yang kerap terjadi seperti di jalanan Jakarta selama ini tidak lagi terjadi di IKN.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menambahkan, MUT sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1850 di bawah kota Paris, Perancis.
Sementara di Chiyoda, Tokyo, MUT telah dibangun sejak tahun 1926. Beberapa gempa yang sempat menghantam bahkan memorak-porandakan Tokyo, tidak memberi dampak yang berarti pada MUT yang berada di bawah tanah.
Baca juga: Karpet Merah Buat Investor di IKN, Bisa Dapat HGB hingga 160 Tahun
Sejak efektivitas fungsinya terbukti dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Paris di pertengahan abad ke-19, negara-negara lainnya di Eropa segera mengikuti jejak Perancis untuk menggunakan MUT sebagai model pengendalian kabel dan jaringan yang umumnya kecil namun vital dan bisa sangat meresahkan tatkala terjadi gangguan.
"Adanya sensor pada jalur MUT yang akan memberikan informasi ke ruang pengendali (control room), saat terjadi kerusakan membuatnya cepat terdeteksi, sehingga tidak perlu membuang banyak waktu melakukan penelusuran guna menemukan lokasi kerusakan," jelas Ali.
Tak hanya itu, MUT juga dapat menjawab keresahan masyarakat terkait kemungkinan berkurangnya konservasi alam dan paru-paru dunia akibat pembangunan IKN di Kalimantan Timur yang kaya vegetasi dan satwa liar.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.