Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Tentara Cadangan Indonesia Kalah dari Timor Leste, Kodam Mulawarman Buka Lowongan 1.000 Komcad

Kompas.com, 21 Mei 2024, 21:50 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Komando Daerah (Kodam) VI/Mulawarman membuka lowongan untuk masyarakat guna membela negara dengan bergabung sebagai komponen cadangan matra darat (komcad).

Hal ini menyusul peta kekuatan militer dan cadangannya di seluruh dunia, Indonesia hanya berada di peringkat 14.

Bahkan, di antara negara-negara ASia Tenggara, posisi Indonesia ada di bawah Timor Leste, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, hingga Vietnam yang menempati urutan ke-8.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjend TNI Tri Budi Utomo dalam sambutan yang dibacakan oleh Mayor Arhanud Nanang mengatakan, sebanyak 1.000 komcad akan dibuka untuk masyarakat umum.

Baca juga: Kenakan Topi Bekas Bungkus Mi Instan, Pangdam Mulawarman Dukung Keberlanjutan

"Kami membuka sebanyak 1.000 rekrutmen," kata Pangdam saat sosialisasi UU nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara yang dihadiri 200 peserta, di ruang pertemuan Balai Kota Balikpapan, Selasa (21/5/2024).

Pendaftaran komcad dimulai pada 1 Mei hingga 7 Juni 2024 yang bisa dilakukan secara daring melalui situs https://komcad.kemhan.go.id/

Usai mendaftar, selanjutnya komcad akan menjalani seleksi yang terdiri dari tes administrasi dan tes kemampuan.

Seleksi berlangsung di Resimen Induk Kodam (Rindam) VI/Mulawarman yang terletak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebagai informasi, selain Provinsi Kalimantan Timur, Kodam VI/Mulawarman juga mencakup Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, Pangdam menjelaskan, komcad terdiri dari warga negara, sumber daya alam, dan sumber daya buatan serta sarana dan prasarana nasional.

Sehingga, warga negara yang terlibat dalam komcad sebagai wujud pengabdian dalam usaha mempertahankan negara secara sukarela.

Baca juga: Pergantian Personel Kodam Mulawarman, Tri Budi Pimpin Serah Terima Jabatan

Pembentukan komcad bertujuan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan, dan kemampuan TNI sebagai komponen utama dalam upaya penyelenggaraan pertahanan negara.

"Tentunya, untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Pangdam.

Kasubdit pembentukan dan pembinaan Komcad, Ditsumdan Ditjen Pothan Kemhan RI, Kolonel Marinir Rachmat Djunaidy menambahkan, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi kandidat komcad.

Syarat tersebut meliputi usia, mendapatkan materi berdasarkan kurikulum yang ditentukan dan akan disetujui oleh Menteri Pertahanan RI.

“Karena di Kodam VI/Mulawarman hanya matra darat yang jadi kurikulum. Jadi, harus sesuai dan menunjang pelatihannya dengan matra darat," ujar Rachmat.

Rachmat menambahkan, komcad dibentuk untuk mempertebal, dan memperbesar kekuatan komponen utama. Indonesia yang notabene merupakan negara besar justru kekurangan komcad.

Indonesia cuma punya 9.011 tentara cadangan

Indonesia diketahui hanya memiliki 9.011 tentara cadangan, sedangkan negara terdekat yakni Malaysia yang bila dilihat dari luas dan jumlah penduduk lebih kecil justru memiliki hingga 41.600 komcad.

"Adalah tugas bersama seluruh rakyat, membela negara itu merupakan hak dan kewajiban seperti yang sudah diamanatkan dalam UUD 1445 pasal 27 dan 30," tegas Rachmat.

Baca juga: Sambut HUT ke-79 RI di IKN, Kodam Mulawarman Kejar Persiapan Sarana dan Prasarana

Bela negara dapat teraktualisasi dengan beragam beragam profesi warga negara, berbuat yang terbaik, rela berkorban demi kecintaannya kepada bangsa Indonesia, dan menumbuhkan semangat nasionalisme.

Dalam amanah UU RI Nomor 23 Tahun 2019, komcad merupakan aplikasi dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).

Sishankamrata sendiri diartikan sebagai sistem yang disusun berdasarkan falsafah undang-undang dasar dengan tujuan untuk mewujudkan ketahanan nasional Indonesia yang merupakan strategi pertahanan negara.

“Maka, perekrutan dan sosialisasi Ini kita lakukan karena bangsa Indonesia membutuhkan generasi penerus yang lebih berkarakter dan berwawasan kebangsaan yang tinggi. Komcad merupakan sumber daya nasional yang disiapkan untuk di gerakan melalui mobilisasi guna memperbesar kekuatan utama TNI," tuntas Rachmat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau