Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/05/2024, 15:41 WIB
Teuku Muhammad Valdy Arief,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Proyek jumbo Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya mendapatkan pendanaan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Hal ini menyusul nota kesepahaman untuk Net-Zero Water Supply Infrastructure Project di IKN antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel), dalam World Water Forum ke-10, Bali.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sebenarnya pemerintah punya SPAM di IKN yang menghasilkan 300 liter per detik.

Baca juga: Pengaspalan Perdana IKN, Jalan Sumbu Kebangsaan Jadi Prioritas

SPAM dengan pendanaan APBN itu bakal beroperasi pada akhir Juni 2024.

Namun, kebutuhan air di IKN mencapai 600 liter per detik sehingga perlu ada tambahan.

Hasil dari proyek kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan ini juga disebut bakal ramah lingkungan karena listriknya 100 persen dari tenaga surya.

"Hasilnya nanti menjadi air minum, bukan air bersih," sebut Basuki.

Selain pendanaan di IKN, Pemerintah juga mencapai kesepakatan untuk pendanaan proyek SPAM Regional Karian-Serpong.

Pendanaan SPAM Karian-Serpong ini dilakukan oleh International Finance Corporation (IFC), Asia Development Bank (ADB), K-Exim, Bank of Singapore, dan PT Karian Water Service.

Baca juga: Pembebasan Lahan untuk Proyek IKN Masuk Tahapan Ganti Untung

SPAM Regional Karian-Serpong merupakan proyek strategis nasional (PSN) berkapasitas 4.600 liter per detik.

Fasilitas ini diharapkan dapat menyalurkan air minum kepada 1,84 juta penduduk yang tinggal di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Nilai investasinya mencapai Rp 2,4 triliun.

“Dengan adanya penandatangan kesepakatan pendanaan ini, saya optimistis proyek ini akan segera selesai,” ujar Basuki usai High Level Panel (HLP1) World Water Forum ke-10, Bali, Selasa (21/5/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com