Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Peter Yogan Gandakusuma
Pengamat Perkotaan

Peter Yogan Gandakusuma meraih gelar Master of Science Regional Planning dari The University of Sheffield, South Yorkshire, Inggris. Bersama sejumlah kolega, Peter tengah mengembangkan Center for Sustainable Development Studies (CSDS) Universitas Indonesia. CSDS merupakan pusat riset dan bagian dari Center for Strategic and Global Studies (CSGS), Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia.

Mencapai Kota Bahagia IKN: Belajar dari Taman Pound di Sheffield

Kompas.com, 3 Juli 2024, 07:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PEMERINTAH tengah membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan akselerasi tinggi, pasca diterbitkannya Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

Saat ini, yang tengah dikerjakan adalah infrastruktur dasar Batch I yang meliputi ekosistem perkantoran, ekosistem hunian, dan ekosistem utilitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

IKN menempati dan bersinggungan dengan area Hutan Tanaman Industri (HTI) serta Hutan Lindung di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bagaimana seharusnya IKN dibangun?

Kita bisa belajar dari pembangunan Taman Pound atau Pound's Park, di Sheffield, Inggris. Ini bukan sekadar taman kota atau taman bermain kanak-kanak.

Lebih dari itu, Pound's Park merupakan jejak penting dari sebuah pengambilan keputusan atas kebijakan pembangunan yang memerhatikan kesejahteraan mental warganya.

Baca juga: Progres IKN 86 Persen, DPR Sebut Masih Perlu Kerja Keras dan Biaya

Dibuka untuk umum pada bulan April 2023, Taman Pound menempati area bekas lokasi Markas Komando Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan South Yorkshire.

Tak mengherankan jika nama Kepala Pemadam Kebakaran pertama, John Charles Pound (1833-1918), disematkan pada taman ini.

Lokasinya strategis, tepat berada di tengah-tengah pusat Kota Metropolitan Sheffield, sehingga bisa diakses dari arah mana pun.

Sebagai bagian dari proyek regenerasi unggulan Dewan Kota Sheffield, The Heart of the City II dan Connecting Sheffield, pembangunan di jantung kota ini merupakan keputusan yang menyentuh hati setelah berakhirnya Covid-19.

Betapa tidak? Karena taman ini didedikasikan khusus untuk keluarga dan anak-anak setelah sempat terbengkalai sejak 2010.

Pada saat yang sama, orangtua dapat berbelanja dalam waktu 5 menit berjalan kaki ke The Moor atau tetap berada di taman bermain anak-anak interaktif ini.

Pound's Park merupakan jejak penting dari sebuah pengambilan keputusan atas kebijakan pembangunan yang memerhatikan kesejahteraan mental warganya.Peter YG Pound's Park merupakan jejak penting dari sebuah pengambilan keputusan atas kebijakan pembangunan yang memerhatikan kesejahteraan mental warganya.
Pada tahun 2015 lalu, Dewan Kota Sheffield meluncurkan kebijakan Strategi Ekonomi Sheffield: Rencana Ekonomi Lebih Besar, Bisnis Lebih Baik, dan Pertumbuhan Lebih Cepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sejak krisis keuangan tahun 2008.

Salah satu tujuan utamanya adalah mencapai Kota Berprofil Tinggi dengan slogan Kota Luar Ruang.

Menurut Encyclopedia Britannica, Sheffield sendiri juga merupakan kota metropolitan yang terkenal karena dikelilingi oleh Taman Nasional Distrik Peak, area utama sabuk hijau pertanian dan destinasi wisata ruang luar untuk aktivitas semacam hiking dan camping.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau